Friday, October 2, 2020

Sosialisasi - Pengertian, Jenis-Jenis, Proses, Cara-Cara, Fungsi dan Tujuannya

Pernahkah kalian mengenal yang namanya sosialisasi? Mungkin kita tidak mengenal maupun mengerti arti sosial yang sejati. Dapatkah kita menyampaikan pesan ini kepada orang-orang disekitar kita. Dapatkah kita mengenalkan ini mengenai kebudayaan dan sosialisasi kepada sesama kita manusia. Oleh sebab itu perlu namanya sosialisasi yang terpenting di dalam sosiologi. 

Sosialisasi
Sosialisasi dalam kantor
© People Free-Photos / Pixabay

Inilah artikel yang akan membahas menenai sosialisasi. Dimana dalam artikel ini sendiri akan menjelaskan mengenai Sosialisasi dalam pengertian, jenis-jenis, tahapan, cara-cara fungsi maupun tujuan yang akan dibagi kedalam beberapa bagian bab yang akan membahas mengenai Sosialisasi.


Pengetian Sosialisasi

Sosialisasi adalah menyampaikan suatu transfer penanaman suatu informasi, nilai, atau kebiasaan dari sautu generasi kepada suatu generasi lain. Dari yang tua kepada yang muda, maupun dari suatu golongan kepada golongan tertentu, sejumlah orang maupun individu kepada masarakat maupun individu lainnya.

Sosialisasi menunjuk pada semua faktor dan proses yang membuat setiap manusia menjadi selaras dalam hidupnya di tengah-tengah masyarakat. Manusia lahir di dalam dunia sebagai bayi yang sangat membutuhkan kebutuhan fisik. Bayi yang sudah membawa warisan dosa. Namun dalam lambat laun bayi ini akan menjadi manusia yang memiliki seperangkat nilai dan sikap, kesukaan, ketidak sukaan, tujuan serta pola-pola yang harus ia jalani. Hal ini didapatkan melalui sosialisasi yang terjadi di dalam kehidupannya. Sehingga sosialisasi sangat penting bagi kita untuk memahami pentingnya seperangkat alat tersebut.

Beberapa pengertian Sosialisasi dari ahli-ahli antara lain : 

Menurut Peter Beager (1978) adalah sosialisasi sebagai proses melalui mana seorang anak belajar menjadi seorang anggota yang berpartisipasi dalam masyarakat. Dalam definisi ini sendiri mengacu pada pokok bahasan judulnya society in man; disini penggambarannya adalah bahwa melalui suatu sosialisasi, manusia yang dimasukan ke dalam manusia.


Menurut George Herbet Mead. Dalam teorinya di buku mind, self, and society (1972). Mead menguraikan tahap perkembangan diri manusia. Manusia yang baru lahir belum mempunyai diri. Diri manusia bisa berkembang secara bertahap melalui interaksi dengan anggota masyarakt lain. Serta pada tahap sosialisasi, interaksi seorang anak biasanya terbatas pada sejumlah kecil orang lain, terutama ayah dan ibu dan anggota keluarga.


Menurut Charles H. Cooley, bahwa konsep diri (self-concept) seseorang berkembang melalui interaksinya dengan orang lain. Diri yang berkembang melalui interaksi dengan orang lain ini dapat diberi nama looking-glass self.


Menurut Soerjono Soekanto, sosialisasi ialah proses sosial tempat seorang individu mendapatkan pembentukan sikap untuk berprilaku yang sesuai dengan prilaku orang-orang disekitarnya.


Jenis-Jenis Sosialisasi

Setidaknya ada dua jenis sosialisasi yang ada dalam sosiologi. Antara lain : Sosialisasi Primer dan Sosialisasi Sekunder. 

Sosialisasi Primer

Peter L. Berger dan Luckmann mendefiniskan sosialisasi primer sebagai sosialisasi pertama yang dijalani oleh seorang individu semasa kecil dan belajar menjadi suatu masyarakat. dan di dalam sosialisasi ini, maka seorang individu baru bisa individu berjalan menjadi seorang masyarakat. Seorang individu yang baru lahir akan mengalami sosialisasi dari dalam keluarga. Dan keluarga adalah pusat pertama dalam sosialisasi. 

Sosialisasi Sekunder

Sosialisasi sekunder adalah sosialisasi yang merupakan proses berikutnya yang memperkenalkan individu yang telah disosialisasikan ke dalam sekstor baru dari dunia obyektifnya masyarakatnya. Dapat disimpulkan suatu sosialisasi baru yang terjdi di dalam masyarakat. Di dalam sekunder yang dijumpai dalam mayrakat ialah rekonsiliasi dan desosialisasi


Proses dalam Sosialisasi

Beberapa sosiolog berusaha untuk mengembangkan beberapa proses dalam sosialisasai antara lain :

Menurut George Herbet Mead

1. Tahap Persiapan (Preparatory Stage)

Tahap ini dialami manusia sejak dilahirkan sebagai seorang anak.mula mempersiapkan dirinya untuk mengenal dunia sosialnya. Dimana dirinya anak-anak mulai melakukan mempersiapkan tahapan ini untuk melakukan beberapa kegiatan yang tidak sempurna.

2. Tahap Meniru (Play Stage)

Tahapan ini ditandai anak kecil mulai mengambil peran orang yang sedang ia tiru. Ia mulai menirukan peran-peran yang ada dilakukan oleh orang dewasa. Dalam tahap ini ksadaran tentang nama diri dan orangtuanya, dan keluarganya sangat baik. Namun dalam hal ini, anak belum bisa sepenuhnya yang memahami isi peran-peran yang ditirukannya. 

3. Tahap siap bertindak (Game Stage) 

Seorang anak tidak hanya akan meniru apa yang sedang ia miliki, tetapi akhirnya mengetahui peran yang harus dirinya dijalankan oleh orang lain dengan ia berinteraksi. Di dalam hal ini, peniruan sudah sangat mulai berkurang dan mulai mengerti tindakan dan peran di dalamnya secara langsung dengan sendirinya di dalam kesadarannya. Kemapuan dirinya untuk menempatkan diri pada posisi orang lain dan mulai meningkat.

4. Tahap Penerimaan norma Koletif (Generalized Stage / Generalized other)

Dalam tahapan ini, seorang individu sudah mulai dewasa dalam kehidupanya. Dalam hal ini tahapan ini seseorang sudah dapat menempatkan diri di dalam masyarakat dan lebih luas. Interaksi yang di dalam hal ini mulai merasa dalam tegang rasanya dan setiap individu mulai hak dan kewajiban dikenakan sanksi hukum karena apabila melanggar nilai dan norma. 


Menurut Charles H Cooley.

Seperti halnya dalam pengertian Charles bahwa proses sosialisasi sendiri proses menemukan konsep diri atau (self-concept) seseorang harus berkembang melalui interaksi diri dengan orang lain. Menurut Charles H Cooley sendiri mendeskripsikan proses-proses sosialisasi dalam looking-glass self, setidaknya ada 3 proses sosialisasi sebagai berikut :

1. Kita membayangkan / mempunyai persepsi mengenai diri kita di mata orang lain

Kita mulai membayangkan bagaimana diri kia sebagai seorang anak yang sangat hebat dan pandai dalam berbagai hal. 

2. Kita membayangkan bagaimana orang lain menilai kita

Disini kita membayangkan suatu anak yang hebat. Tetapi dirinya membayangkan dirinya bagaimana dirinya bisa dinilai oleh orang lain. Ia akan merasa bahwa orang lain akan selalu memuji dirinya dan percaya akan tindakan. Timbullah suatu perasaan ini dari perlakukan orang lain. 

3. Bagaimaan perasaan kita terhadap sebagai akibat penilaian orang lain

Disini kita mulai merasakan penilaian dari roang lain dan mulai merasa bahwa diri kita sudah mulai hebat. Disinilah anak sedang belajar proses sosialisasi. 

Sosialisasi
Guru Sedang mengajar
© news.okezone.com

Cara-Cara Sosialisasi

Di dalam sosilisasi setidaknya terdapat cara-cara yang dapat dilaksanakan di dalam Sosialisasi, antara lain :

1. Pelazinan / pengkondisian (conditioning)

Sebagaian besar perilaku anak sendiri berasal dari cara pelazinan yang ada. Anak akan mempertahankan suatu perilaku apabila perilaku itu anak tersebut mendapatkan suatu imbalan. Dirinya akan berhenti jika dalam kondisi perilaku anak tersebut mendapatkan suatu hukuman. Pelazinan ini sangat penting dan perannya adalah ada berada di orang tua.

2. Imitasi

Dalam hal ini sama halnya dalam interaksi sosial, anak mulai namanya menirukan seseorang yang ada. 

3. Identifikasi

Seorang anak mulai meniru secara mendalam terhadap tokoh yang sedang ia tidur. Dalam hal ini dirinya berusaha untuk menjadi identik atau sama dengan tokoh idealnya. Dalam hal ini identifikasi memiliki peran penting dalam sosialisasi.

4. Internalisasi

Dalam hal ini, anak mulai mengikuti aturan yang ada karena dirinya takut akan hukuman. Bukan karena meniru tetapi mengikuti norma dan nilai-nilai yang berlaku di dalam masyarakat. Dan dirinya mengharapkan bahwa perilakunya dapat diterima masyarakat.


Fungsi dan Tujuan Sosialisasi

Setidaknya dalam sosialisasi tidak terlepas dari fungsi maupun tujuan yang dicapai dalam sosialisasi. Secara umum, sosialisasi bertujuan untuk membentuk kepribadian. Kepribadian terbentuk melalui proses mempelajari pola-pola kebudayaan. Kebudayaan yang dipelajari meliputi nilai-nilai, norma-norma, beserta sanksi-sanksi yang akan diterima bila terjadi penyimpangan. Setelah kepribadian terbentuk, manusia siap menjalankan perannya di dalam kehidupan sehari-hari. 

Setidaknya kita bisa melihat dalam 2 sudut pandang. Antara lain :

Bagi Individu

Sosialisasi bagi individu sebagai sarana pengenalan, pengakuan, dan penyesuaian diri terhadap nilai-nilai, norma-norma, dan struktur sosial yang ada di dalamnya. Dalam hal ini, seseorang akan menjadi warga masyarakat dengan baik.

Bagi Masyarakat

Dari sisi ini, sosialisasi berfungsi sebagai sarana pelestarian, penyebarluasan, dan pewarisan nilai-nilai serta norma-norma sosial.

Jikalau  sosialisasi berjalan dengan sangat baik sesuai fungsi-fungsi, maka akan menimbulkan tujuan-tujuan yang jelas di dalamnya. Antara lain :  

  • Agar setiap orang dapat hidup dengan baik ditengah-tengah masyarakat dunia. Seseorang dapat menyadari perannya di dalam masyarakat dengan menghayati nilai dan norma dalam kehidupan.
  • Setiap orang dapat menyesuaikan tingkah lakunya sesuai denan harapan masyarakat. Sesuai dengan kebudayaan masyarakat masing-masing. Budaya inipun mengikat para warganya dan individupun harus menyesuaikan diri dengan budaya tersebut.
  • Menyadari bahwa keberadaannya sendiri ada di dalam masyarakat. Warga masyarakat akan menyadari dirinya di dalam masyarakat dan mampu berperan aktif di dalam kehidupan masing-masing.
  • Agar setiap anggota atau masyarakat menjadi anggota masyrakat yang baik. Dalam hal ini ciri anggota masyarakat yang baik adalah dirinya dapat berguna untuk dirinya sendiri dapat berguna untuk masyarakat. Dengan demikian, keberadaannya tidak akan menjadi beban atau penggangguran di dalamnya.
  • Bertujuan agar masyarkat tetap utuh. Keutuhan dalam masyarakat terjadi jika setiap warganya dapat menjalankan interaksi dengan baik. Sehingga perannya dalam interaksi tidak menyimpang dari nilai-nilai maupun norma yang berlaku.


Kesimpulan

Setidaknya sosialisasi memiliki peran penting dalam kehidupan individu agar membentuk kepribadian individu sehingga individu dapat berguna dan berperan aktif di dalam lingkungan masyarakat.


Sumber :

  1. Elisanti dan Titin Rostini, 2009, Sosiologi 1 : untuk SMA / MA Kelas X, Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional,  Hlm. 73 - 75 , 80
  2. Kamanto Sunarto,  2004,  Pengantar Sosiologi,  Jakarta: Lemabga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Hlm. 21 - 29
  3. Suhardi dan Sri Sunarti,  Sosiologi 1 : Untuk SMA/MA Kelas X Program IPS,  Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional,  Hlm. 99 - 104
  4. https://www.kompas.com/skola/read/2020/02/01/140000269/sosialisasi--pengertian-proses-fungsi-dan-tujuannya?page=all, Diakses pada 2 Oktober 2020 pukul 07:45
  5. https://id.wikipedia.org/wiki/Sosialisasi, Diakses pada 2 Oktober 2020 pukul 07:45

Tinggalkan Komentar di bawah ini
EmoticonEmoticon

:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:P
:o
:>)
(o)
:p
(p)
:-s
(m)
8-)
:-t
:-b
b-(
:-#
=p~
x-)
(k)