Setelah kita mengetahui bahwa Sosiologi adalah ilmu yang sangat penting dan telah ada saat eksistensi keberadaan manusia. Maka dapat kita katakan bahwa Sosiologi ini adalah ilmu yang ada di dalam kehidupan kita sehari-hari. Bahkan saat manusia itu muncul. Setidaknya kita bisa membaca dalam artikel berikut ini.
![]() |
Relationship bagian dari Sosiologi © fauxels / Pexels |
Namun ketika kita melakukan flashback ke belakang, kita melihat suatu sejarah kelam yang telah terjadi di daratan Eropa yang akhirnya memberikan kita suatu pandangan baru mengenai sosiologi. Sebagian kita mungkin akan sedikit setuju atau tidak. Karena sistem politik dan pemerintahan disana telah menghasilkan suatu fenomena dan gejolak-gejolak revolusi yang terjadi. Di dalam penyebab Sosiologi dan juga sejarah di dalam sosiologi. Kita bisa melihat terjadinya suatu gejolak revolusi yang terjadi. Dari gejolak inipun timbul para perintis-perintis Sosiologi yang merumuskan sosiologi. Berikut kita akan membahas perintis-perintis sosiologi.
Perintis-Perintis Sosiologi
Untuk pertama kalinya, kita harus memiliki suatu pandangan penting bahwa sebenarnya perintis sosiologi secara keilmuan memang manusia. Tetapi nilai-nilai sosial dan sosiologi sudah Allah berikan. Dalam penciptaan Manusia, Tuhanlah yang menciptakan kita. Tuhan menciptakan kita hidup bersama. Namun yang terpenting terlebih dahulu bagaimana kita memiliki hubungan pribadi kepada Allah, lalu kepada sesama manusia, dan akhirnya hubungan kita dengan dunia. Inilah yang menjadi esensi sosiologi dalam Kristen. Hubungan sosial manusia itu indah dan misterius. Mereka demikian karena itu adalah anugerah Tuhan bagi kita.
Dalam hal ini, kita bisa melihat bahwa Perintis Utama dan Penyebab Utama adalah Allah itu sendiri. Karena Allah yang menciptakan kita, dan dalam wahyu umum, kita bisa menikmati ciptaan Allah di dunia ini. Anugerah umum yang Allah berikan ini bisa dimanfaatkan selama itu tidak bertentangan dengan Alkitab dan Firman Allah.
Selain itu, kita bisa melihat karena gejolak yang terjadi di Eropa yang ditandai dengan Revolusi Perancis dan Revolusi Industri.Khususnya terjadi di abad 18. Dari revolusi ini mulai timbulnya tokoh-tokoh yang meneliti Sosiologi dan juga perintis-perintis ini. Siapakah perintis-perintis yang dimaksud ini?
1. Auguste Comte "Bapak Sosiologi" (1798 - 1857)
Dikenal sebagai bapak dari ilmu sosiologi. Nama "Sosiologi" memang merupakan hasil ciptaan Comte. Sumbangsih dari Comte mengenai sosiologi adalah filsafat mendorong perkembangan Sosiologi. Comte dalam bukunya Course de Philosophie Positive. Comte mengungkapkan padnangannya mengenai "hukum kemajuan manusia" atau "Hukum tiga jenjang" yaitu sejarah manusia akan melewati tiga jenjang mendaki, yaitu : jenjang teologi, jenjang metfisika, dan jenjang positif.
Comte sering kali dikenal dengan sosiologi aliran positivisme. Karena dalam metode positif bahwa obyek yang dikaji harus berupa fakta, dan bahwa kaian harus bermanfaat serta mengarah kepada kepastian dan kecermatan. Dalam pandangan Comte ini, Sosiologi adalah "Ratu ilmu-ilmu sosial". bahwa hireaki sosiologi berada di tingkat paling atas dari ilmu lainnya.
Sumbangan pemikiran yang juga penting adalah pemikiran tentang agama baru yaitu agama humanitas yang mendasarkan pada kemanusiaan. Intelektualitas manusia dibangun sebuah moralitas yang ada. Comte telah melakukan pembagian sosilogi ke dalam dua bagian besar, yakni statika sosial, dan juga dinamika sosial.
Hingga saat kinipun, klasifikasi Comte masih relevan terhadap jamannya. Dalam Literatur sosiologi saat ini, maka para sosilog mempelajari mengenai sosial statics, yang melakukan kajian terhadap tatanan sosial. Seprti kajian terhadap struktur suatu masyarakat, institusi di dalamnya, hubungan antara institusi dengan institusi lain, fungsi masing-masing yang terjadi. Namun juga ada sosiolog yang memusatkan perhatiannya pada sosial dinamcs, dan mengkaji perubahan yang terjadi di dalamnya, misalnya perubahan sosial yang melanda negara baru setelah Perang Dunia II, dari arah perubahan, dampaknya, hingga lain-lainnya.
2. Karl Marx (1818 - 1883)
Karl Marx lebih dikenal seorang tokoh sejarah ekonomi, ahli filsafat, dan aktivis yang mengemangkan teori mengenai sosialisme. Marx memang bukan ahli sosiologi tetapi tulisannya mengandung sosiologi.
Sumbangan utama Marx bagi sosiologi terletak pada teorinya mengenai kelas sosial yang tertuang dalam tulisannya yang berjudul The Communist Manifest yang ditulis bersama Friedrich Engels. Marx berpandangan bahwa sejarah masyarakat manusia merupakan sejarah perjuangan kelas. Marx berpendapat bahwa pengaruh dari kapitalisme menumbuhkan dua kelas yang berbeda, yaitu kelas borjuis (majikan) terdiri dari orang-orang penguasa alat produksi dan kelas proletar (buruh) yang tidak memiliki alat produksi dan modal. Oleh sebab itu kaum buruh di eksploitasi oleh kaum majikan.
Dalam pandangan Marx, kaum proletar akan meyadari kepentingan bersama mereka sehingga bersatu dan akhirnya memberontak, dan dalam konflix yang terjadi karena kaum bawah, Marx menamainya perjuangna kela k. Dan kaum bourgeoisie dikalahkan. Hingga suatu saat nanti, Marx meramalkan bahwa kaum proletar akan mendirikan sautu masyarakat tanpa kelas.
3. Emile Durkheim (1858-1917)
Dalam buku The Division of Labor in Society, Durkheim sedang mengkaji gejala yang sedang terjadi di masyarkaat; pembagian kerja.Dalam hal ini tujuan kajian Durkheim adalah mengerti dan memahami fungsi dari pembagian kerja tersebut, dan mengetahui faktor penyebabnya. Sehingga dalam hal ini, bidang perekonomian seperti industri mondern yang menggunakan mesin harus melibatkan pembagian kerja. Sehingga terbentuknya spesialis-spesialis yang ada di dalamnya.
Durkheim melihat bahwa manusia memerlukan Solidaritas. Durkheim membedakan antara masyarakat yang bercirikan fakor solidaritas mekanis dengan solidaritas organis. Dalam solidaritas mekanis, masyarakat belum adanya diferensiasi dalam pembagian kerja. Sebaliknya jelas bahwa dalam solidaritas organis. Terjadinya pembagian kerja dengan derajat tertentu.
Lambang laun karena pembagian kerja dalam masyarakat. Maka spesialisasi semakin berkembang sehingga solidaritas mekaik berubah menjadi solidaritas organik. Dalam solidaritas ini, maka masyarakat tidak dapat memenuhi kebutuhan dalamnya, yang ditandai dengan rasa saling ketergantungan antara satu dengan lainnya yang semakin besar dan meningkat.. Sehingga dalam hal ini, pembagian kerja sangat lah penting untuk meningkatkan solidaritas.
Dalam pengembangan selanjutnya, Durkheim menggunakan lima metode untuk mempelajari sosiologi, yaitu:
- Sosiologi harus bersifat ilmiah, di mana fenomena-fenomena sosial harus dipelajari secara objektif dan menunjukkan sifat kausalitasnya.
- Sosiologi harus memperlihatkan karakteristik sendiri yang berbeda dengan ilmu-ilmu lain.
- Menjelaskan kenormalan patologi.
- Menjelaskan masalah sosial secara ‘sosial’ pula.
- Mempergunakan metode komparatif secara sistematis. Metode tersebut telah diterapkan dalam sebuah penelitian tentang gejala bunuh diri yang melanda masyarakat Eropa saat itu dengan judul “Suicide”
Menurut Durkheim dan kawan-kawan dalam majalah L'annee sociologique menjelaskan pembagian kerja lainnya, antara lain Sosiologi umum, sosiologi agama, sosiologi hukum dan moral, sosiologi kejahatan dan statistik mora, sosiologi ekonomi, morfologi sosial, dan sejumlah pokok yang juga membahas cakupan sosiologi estetika, teknologi, bahasa, dan perang.
4. Max Weber (1864-1920)
Max weber lahir di Jerman pada thaun 1864 di Erfurt. Menyelesaikan studi di bidang hukum, ekonomi, sejarah, filsafat, teologi dan mengajar disiplin ilmu-ilmu tersebut di berbagai universitas di Jerman. Serta terus-menerus menyebarluaskan terbentuknya ilmu sosiologi yang saat itu masih berusia muda.
Karya penting dalam Max Weber adalah mengenai The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism (1904). Dalam buku ini mengemukaakn tesisnya yang terkenal dengan keterikatan antara Etika Protestant and Kaptalisme di Eropa Barat. Terutama mengenai Calvinisme, akan tetapi arus Calvisme ini. Lebih dikenal dengan kaum puritan di Inggris. Karena penerapan kaum Puritan sendiri. Namun kesalahan tafsiran Weber ini harus dilihat dari konteks yang ada. Dan di saat bersamaan Protestan mengutuk kapitalisme. (Perlu kajian sejarah dan lebih teliti).
Serta dalam karya lain adalah Sosiologi. Max Weber memberikan kajian mengenai konsep dasar sosiologi. Dalam uraian ini, Weber menjelaskan bahwa Sosiologi ialah ilmu yang berupaya memahami tindakan sosial. Dalam uraian ini, Weber menyebutkan pula bawha sosiologi ialah ilmu yang berupaya memahami tindakan sosial. Dari tulisan penting ini, maka kemudian hari tulisan ini menjadi acuan bagi dikembangkannya teori sosiologi mengenai interaksi sosial. Namun perlu disadari bahwa sebenarnya tulisan-tulisan Weber tidak menjadi tuntutan baginya untuk masyarakat.
5. Herbert Spencer (1820 - 1903)
Herbert Spencer sendiri adalah orang Inggris. Tahun 1876 dirinya yang mencetuskan suatu teori "Evolusi sosial", yang kini dianut sana sini oleh perubahan. Ia menerapkan suatu analog teori Darwin "Teori evolusi" yang dianut oleh masyarakat manusia. Dalam pandangan Spencer, ia yakin bahwa masyarakat akan mengalami evolusi dari masyarakat primitif mengarah pada masyarakat industri.
Herbert Spencer, orang Inggris, pada tahun 1876 mengetengahkan sebuah teori tentang ”evolusi sosial”, yang hingga kini masih dianut walaupun di sana-sini ada perubahan. la menerapkan secara analog teori Darwin mengenai ”teori evolusi” terhadap masyarakat manusia.
Menurut Spencer sendiri, Suatu organisme sendiri akan jauh lebih sempurna apabila berambahnya suatu kompleks dan dengan adanya diferensiasi antara bagian-bagiannya. Sehingga organisasi fungsi akan lebih matang antarbagian organime terbentuk, dan integrasi akan lebih sempurna.
Spencer lalu membagi dalam tiga aspek dalam evolusi sosial, yaitu di dalam diferensiasi stukrutal, spesialisasi fungsional, dan integrasi yang meningkat. Spencer membagi dalam struktur-stuktur, yang timbul di dalam evolusi masyarakat. Antara lain :
- Sistem pengatur, berfungsi memelihara hubungan-hubungan antara masyarakat lainnya dan anggota di dalamnya.
- Sistem menopang, yaitu mencukupi kebutuhan-kebutuhan bagi yang bertahan hidup dianggota masyarakat.
- Sistem pembagi, befungsi dalam mengangkut barang-barang dari suatu sistem ke sistem lainnya.
Tahap-tahap dalam proses evolusi sosial dengan tipe-tipe masyarakat, maka spencer menjadi dalam tiga bagian. Sebagai berikut :
- Tipe Masyarakat Primif, bahwa di dalam masyarakat ini belum terjadi diferensiasi maupun belum ada spesialisasi fungsional. Pembagian kerja masih dikit.
- Tipe Masyarakat Militan, pada masyarakat militan ini, hetegogenitas sudah mulai meningkat karena bertabahnya masyarakat yang ada. Hal ini penting dalam koordinasi tugas-tugas yang dikhususkan dan harus dilakuka nsecara paksaan. Sehingga diperlukan sistem-sitem atau bagian-bagian yang mengatur dirinya sendiri.
- Tipe Masyarakat Industri, dalam masyarakt indusri. Maka akan terjadi kompleksitas yang sangat tinggi, dan tidak dikendalikan oleh kekuasaan engara. Sebagai penggantinya maka masyarakat yang mengendalikan diri sendiri. Seperti kerjasama, hak menentukan diri sendiri, keseimbangan kerja, dan lain-lain yang bertujuan bersama.
Kesimpulan
Kita bisa melihat bahwa sosiologi pada hakekatnya memang merupakan dari Allah. Sebab Allah telah menciptakan manusia untuk hidup bersama. Kebersamaan inilah yang menjadikan manusia lebih mengenal antara satu dengan lainnya. Sehingga dalam pengenalan ini, kita akan melihat perintis utama dari Sosiologi adalah Allah.
Namun karena gejolak di Eropa di abad 18 - 20, maka timbulkan para perintis dalam ilmu sosiologi. Setidaknya ada 4 yang pasti, tetapi setidaknya kita bisa menambahkan Herbert Spencer menjadi 5 perintis Sosiologi. Dalam Perintis-perintis ini kita bisa melihat betapa hebatnya pengaruh dari sosiologi.
Sumber :
- Abraham Kuyper, 2012, Ceramah-Ceramah Mengenai Calvinisme, Surabaya : Momentum, Hlm.51 - 64, 136 - 141 | Bagian Ilmu Pengetahuan, maka kita harus memiliki cinta akan ilmu pengetahuan dan Allah dalam anugerah umumnya telah memberikannya. Serta dalam konteks lain, kita harus memiliki sistem kehidupan yang berhubungan dengan Allah langung, manusia, dan dunia (3 Hubungan).
- Atik Catur Budiati, 2009, Sosiologi Kontekstual : Untuk SMA & MA Kelas X, Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Hlm. 6 - 8
- Kamanto Sunarto, 2004, Pengantar Sosiologi Edisi Revisi, Jakarta : Lembaga Penebit Fakulstas Ekonomi Universitas Indonesia, Hlm. 2 - 6
- Vern Sheridan Poythress, 2011, Redeeming Sociology A God-Centered Approach, Wheaton, Illinois : Crossway, Hlm. 14 - 18
- Muttaqid.id, 2016, "5 Tokoh Perintis Sosiologi", https://www.muttaqin.id/2016/04/tokoh-perintis-sosiologi.html, Diakses pada 9 November 2020
Tinggalkan Komentar di bawah ini
EmoticonEmoticon