Monday, January 31, 2022

Sanksi Sebagai Sarana Pengendalian Sosial

Setiap terjadinya permasalahan yang ada di dalam norma dan nilai sosial yang ada di dalam kehidupan bermasyarakat, maka perlu kita memahami bagaimana melakukan pengendalian sosial di dalam kehidupan bermasyarakat. Pengendalian sosial sangat penting agar mengembalikan setiap masyarakat kepada tatanan sosial yang baik, tatanan sosial yang baik, sehingga perilaku masyarakat ini bisa berjalan dengan baik. Namun bagaimana jika terjadi bahwa masyarakat dalam masyarakat  melakukan pelanggaran terhadap norma yang berlaku di masyarakat? Dan bagaimana caranya mengembalikan mereka?

Pengadilan
Pengadilan sebagai salah satu bentuk sanksi sosial
© David Mark dari Pixabay / Pengadilan
 


Seperti halnya dalam bentuk-bentuk pengendalian sosial dimana dalam bentuk-bentuk pengendalian sosial ini kita diajarkan untuk mengenal bagaimana mengendalikan sosial dalam berbagai bentuk. Sekaligus lembaga-lembaga yang berperan penting dalam membawa kedamaian dan ketentraman dalam pengendalian sosial. Oleh sebab itu, kita akan membahas salah satu bentuk pengendalian sosial yakni “Sanksi”.


Apakah itu Sanksi?

Saksi sendiri adalah sebagai hukuman bagi pelanggar terhadap ketentuan undang-undang yang ada. Bahkan sanksi sendiri sebagai hukuman yang dijatuhkan oleh pengadilan. Dalam konteks sosiologi sendiri, dapat diartikan sebagai suatu bagian kontrol sosial.[1] Sehingga dalam hal ini, sanksi dipakai dalam pengendalian sosial untuk membawa orang-orang terkontrol secara sosial.


Dalam pembicaraan sanksi dalam zaman sekarang adalah suatu bentuk penderitaan yang secara sengaja dibebankan oleh masyarakat kepada seorang warga masyarakat yang terbukti dalam melanggar dan menyimpang dari keharusan norma sosial, dengan tujuan agar warga masyarakat ini kelak tidak lagi melakukan pelanggaran dan penyimpangan terhadap norma tertentu.[2] Sehingga sanksi sangat penting dalam kehidupan kontrol sosial.


Jenis-Jenis Sanksi Sosial

Setidaknya ada tiga jenis sanksi yang digunakan di dalam usaha-usaha pelaksanaan kontrol sosial ini adalah :

  1. Sanksi yang bersifat fisik, adalah sanksi yang mengakibatkan penderitaan fisik pada mereka yang dibebani sanksi tersebut. Dalam hal ini seperti didera, di penjara, diikat, dijemur di panas matahari maupun tidak diberi makan dsb.
  2. Saksi yang bersifat psikologik, yaitu suatu sanksi beban penderitaan yang dikenakan pada pelanggar norma itu bersifat kejiwaan dan mengenai perasaannya, misalnya hukuman yang dipermalukan di depan muka umum,  diumumkan perbuatan kejahatan yang telah diperbuatnya, dicopotnya tanda kepangkatan dalam suatu upaya, dsb.
  3. Saksi yang bersifat ekonomi, dimana sanksi ini sendiri beban penderitaan yang dibebankan kepada berupa pengurangan kekayaan atau potensi ekonominya, misalnya pengenaan denda, penyitaan terhadap harta kekayaan, maupun dipaksa dalam membayar ganti rugi.[3]


Setidaknya dari tiga sifat ini sendiri, sering kali terpaksa diterapkan secara bersamaan tanpa bisa dipisah-pisahkan karena dalam hal ini akan terjadi dalam pengadilan sosial. Dimana dalam pengadilan dalam mengontrol suatu kehidupan sosial pasti diperlukan dalam kehidupan sosial. Sanksi sosial sendiri sangat penting ketika ada kehidupan masyarakat tidak berjalan dengan baik.  Sanksi sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat karena dalam kehidupan bermasyarakat, kita perlu namanya sanksi agar masyarakat dapat berjalan dengan baik.


Insentif- Insentif di dalam Sanksi Sosial

Sementara itu, agar kontrol sosial dapat berjalan dengan baik, maka diperlukan Insentif-insentif sendiri untuk mengusahakan terjadinya konformitas. Kontrol sosial sendiri sesungguhnya harus dilaksanakan dengan menggunakan insentif-insentif yang positif yang membantu kontrol sosial. Insentif adalah dorongan yang positif yang akan membantu individu-individu untuk segera meninggalkan pekerti-pekertinya yang telah salah. Setidaknya ada tiga jenis insentif yang ada dalam sanksi sosial, antara lain :

  1. Insentif bersifat fisik
  2. Insentif bersifat psikologik
  3. Insentif bersifat ekonomik.[4]


Setidaknya dalam hal ini, kita bisa memahami bahwa insentif sangat penting untuk membawa orang-orang sendiri nurut terhadap aturan-aturan di dalam kontrol sosial. Ketika kontrol sosial berjalan dengan maksimal, maka dapat membawa orang-orang untuk hidup secara terkontrol dan baik.


Kesimpulan

Sanksi adalah bagian terpenting dalam kontrol sosial karena sanksi sendiri sebagai bagian di dalam kontrol sosial. Sanksi sendiri dapat membawa seseorang untuk taat sekaligus bisa membawa kehidupan untuk tetap menuruti suatu norma dan nilai sosial yang ada di dalam kehidupan masyarakat. Ketika seseorang bisa menurut suatu norma atau nilai sosial yang yang ada dalam masyarakat, maka kehidupan sosial akan berjalan dengan baik. Ketika kehidupan sosial berjalan dengan baik, maka dapat membawa seseorang untuk semakin lebih baik. Kehidupan yang damai dan tentram adalah impian yang baik dalam kehidupan masyarakat.


Daftar Pustaka :

Wikipedia, “Sanksi”,  https://id.wikipedia.org/wiki/Sanksi  (Diakses pada 2021)

J. Dwi Narwoko dan Bagong Suyanto(Editor), Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan, (Jakarta : Prenada Media Group, 2019),, 121 - 122


----

[1] Wikipedia, “Sanksi”,   https://id.wikipedia.org/wiki/Sanksi (Diakses pada 2021)

[2] J. Dwi Narwoko dan Bagong Suyanto(Editor), Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan, (Jakarta : Prenada Media Group, 2019),, 121

[3] Ibid, 121

[4] Ibid, 122

Tinggalkan Komentar di bawah ini
EmoticonEmoticon

:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:P
:o
:>)
(o)
:p
(p)
:-s
(m)
8-)
:-t
:-b
b-(
:-#
=p~
x-)
(k)