Monday, November 9, 2020

Sekilas Sejarah Sosiologi

Salah satu aspek penting lain yang perlu kita ketahui bahwa sejarah itu ada penetingan sendiri. Dari Sejarah kita bisa mengerti pemikiran di jaman dulu dan kita bisa mempelajarinya agar tidak terjadi kembali di masa depan. Ketika sejarah itu sudah menjadi fakta yang ditafsirkan dari serpihan-serpihan yang ada di masa lalu.

Hubungan antar Manusia
Hubungan antar sesama manusia
© blogpsikologi.blogspot.com

Sehingga dalam artikel ini akan sedikit menceritakan sedikit sejarah yang berkenaan dengan Sosiologi. Darimana asal muasal Sosiologi itu dan mengapa sosiologi menjadi bagian dari ilmu pengetahuan, Bagaimana Sosiologi ini sendiri akan menghiasi ranah ilmu pengetahuan saat ini?


Sekilas Sejarah Awal Peradaban Manusia

Sebelum memikirkan sejauh apakah itu sejarah adanya ilmu sosiologi. Alangkah baiknya kita sadar bahwa diri kita menfokuskan terlebih dahulu bagaimana kita adalah ciptaan dari Allah sendiri. Manusia diciptakan oleh Allah Tritunggal sebagai makhluk yang sadar. Kesadaran manusia itu dapat disimpulkan dari kemampuan untuk berpikir, berkehendak, dan merasa. Salah satunya adalah untuk memperoleh ilmu pengetahuan, dan Sosiologi adalah salah satu dari ilmu pengetahuan.


Sehingga kita adalah ciptaan Allah itu sendiri, bagaimana Tuhanlah yang menciptakan kita. Tuhan menciptakan kita hidup bersama. Namun yang terpenting terlebih dahulu bagaimana kita memiliki hubungan pribadi kepada Allah, lalu kepada sesama manusia, dan akhirnya hubungan kita dengan dunia. Inilah yang menjadi esensi sosiologi dalam Kristen. Hubungan sosial manusia itu indah dan misterius. Mereka demikian karena itu adalah anugerah Tuhan bagi kita.

Alkitab
Asal muasal ketika kita membacanya
© Wendy van Zyl / Pexels

Alkitab menjelaskan sangat penting mengenai hubungan/ relasi antar manusia. Manusia diciptakan Allah segambar dan serupa dengan Allah. (Kej. 1:26). Lalu Allah sendirilah yang berkata kepada manusia. (Kej. 1:28). Allah memberikan larangan khusus untuk tidak memakan pohon pengetahuan baik dan jahat. (Kej. 2:16 - 17). Akhirnya Allah menciptakan Hawa dan Adam dan Hawa merupakan manusia pertama yang diciptakan oleh Allah.


Namun karena manusia jatuh dalam berdosa, akhirnya pemberontakan kepada Allahlah yang sering terjadi. Sejak kejatuhan, hidup dan pemikiran kita berada dalam kekacauan dan pemberontakan. Dan Pemberontakan ini mencakup seluruh aspek kehidupan, yakni baik itu dalam Kepercayaan, politik, science (ilmu pengetahuan), seni, musik, masa depan, dan seluruh bidang lainnya. Namun hanya dapat dipulihkan di dalam Kristus.


Sehingga dapat disimpulkan penyebab utama dalam Sosiologi ini sendiri adalah Allah itu sendiri, yang menciptakan kita, dan kita yang udah jatuh dalam dosa, diselamatkan oleh Kristus dan menjadi satu di dalam tubuh kristus dan menjadi anak-anak Allah. Dan karena dosa, sering terjadi percekokan yang ada di dalam kehidupan kita. Oleh sebab itu manusia perlu memperbaiki hubungan relasi ini agar kembali kepada Allah.


Pada saat dahulu, sosiologi masih dianggap sebagai ilmu yang bernaung di dalam fislafat (orang-orang diluar kristen), yang dapat disebut dalam filsafat sosial. Tidak seperti sosiologi sekarang karena materi tidak dibahas dalam filsafat sosial. Sebab filsafat sosial mengandung unsur etika bagaimaan masyarakat tersebut (das solen), sedangkan sosiologi membahas kenyataan yang terjadi di dalam masyarakat (das sein).


Sekilas Sejarah di Eropa

Filsuf-filsuf yang mengembangkan filsafat antara lain Plato dan Aristoteles. Plato (429-347) membahas unsur-unsur sosiologi tentang negara dan Aristoteles (384-322 SM) membahas unsur-unsur sosiologi dan hubungannya dengan etika sosial, bertingkah laku terhadap sesama manusia dalam kehidupan sosial.


Thomas Hobbes, John Locke, dan Jean Jaques Rousseau ikut dalam bagian sosiologi, pemikiran mereka dapat disebut sebagai kontak sosial. Baru setelah Auguste Comte (1798-1857) menciptakan istilah sosiologi, pada tahun 1839 terhadap keseluruhan pengetahuan manusia mengenai kehidupan bermasyarakat, maka lahirlah sosiologi sebagai suatu ilmu pengetahuan. Inilah yang disebut dengan tahap pemikiran awal sosiologi. Comte berpendapat bahwa tingkah laku sosial dan kejadian-kejadian di masyarakat dapat diamati dan diukur secara ilmiah. Comte dianggap sebagai ‘Bapak Sosiologi’ karena memulai kajian sosial dengan metode ilmiah yang ada.


Setelah itu baru muncul suatu teori yang disebut determinisme ekonomi. Teori ini sendiri yang dikembangkan oleh Friedrich Engels dan Karl Marx. Teori ini menyatakan, bahwa faktor-faktor ekonomi mengontrol semua pola dan institusi di masyarakat. Lalu Herbert Spencer mengembangkan sistematika penelitian masyarakat dan menyimpulkan, bahwa perkembangan masyarakat manusia adalah suatu proses evolusi yang bertingkat-tingkat dari bentuk yang rendah ke bentuk yang lebih tinggi, seperti evolusi biologis.

Revolusi Perancis
Revolusi Perancis
© moondoggiesmusic.com

Lalu abad ke 19 - 20, Sosiologi berkembang ke ranah yang lebih pesat di Jerman, Perancis, dan Inggris. Sebab dilatar belakangi dengan Revolusi besar yang terjadi. Yakni Revolusi Perancis (Revolusi Politk) yaitu pembagian masyarakat perlahan-lahan terhapus dan semua diberikan hak yang sama dalam hukum. Serta Revolusi Inggris (Revolusi Industri), yaitu perkembanan pabrik-pabrik, unit-unit produksi, dan seluruh ekonomi terbentuk. Sehingga menimbulkan struktur masyarakat mengalami perubahan dengan munculnya kelas buruh dan kelas majikan yang akhirnya menimbulkan serikat-serikat buruh.


Setelah Auguste Comte dan Herbert Spencer yang lebih banyak dipengaruhi filsafat dan psikologi. Jamanya Emile Durkheim untuk petama kalinya menggunakan metode ilmiah untuk melakukan riset Sosiologi. Dalam riset ini, Durkheim mengkaji informasi demografi dari berbagai negara dan mempelajari hubungan antara angka bunuh diri dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Dan dari segi metode ilmiah ilanjutkan oleh Max Weber yang mengkaji tindakan manusia dan interaksi sosial.


Lalu muncul pemikir-pemikir dari institut penelitian sosial Universitas Frankfurt Jerman yang lebih dikenal dengan Mazhab Frankfurt. Tiga pemikir utama tersebut adalah Max Horkheimer, Theodor. W. Adorno, Herbert Marcuse. Melalui teori kritik yang dikembangkan, Mazhab Frankfurt mencoba menghubungkan pengetahuan dengan praksis kehidupan masyarakat. Lalu lebih rinci lagi adalah Jorgen Habermas yang mendasarkan pada paradigma komunikasi melalui media massa.


Lalu terbentuknya pemikiran baru di dalam sosiologi, antar alain difusionisme, fungsionalisme, dan strukturalisme. Lalu perengahan tahun 1900-an, perkembangan sosiologi memasuki tahap modern. Ciri utama sosiologi modern adalah terbentuknya spesialisasi terus-menerus pada bidang ilmu sosial ini. Dan akhirnya Sosiologi sudah mengembangkan berbagai metode riset ilmiah, penerapan metode eksperimen terkontrol, dan penggunaan komputer untuk meningkatkan keefisiensi menghitung hasil survey.


Sekilas Sejarah Sosiologi di Indonesia

Meskipun para pelopor Indonesia belm pernah mempelajari secara formal menenai sosiologi sebagai ilmu pengetahuan, namun banyak dari antara mereka memberikan unsur-unsur sosiologi ke dalam ajaran-ajaran mereka. Meskipun tidak murni soiologi. Antara lain

  • Wulang Reh karya Sri Paduka Mangkunegoro IV dari Surakarta yang mengajarkan tata hubungan antara anggota masyarakat Jawa yang berasal dari golongan yang berbeda-beda.
  • Tokoh lainnya, Ki Hajar Dewantara, juga menyumbangkan konsep-konsep mengenai kepemimpinan dan kekeluargaan di Indonesia yang dipraktikkan dalam organisasi pendidikan Taman Siswa.

Setelah itu terjadi persinggungan antara orang Belanda dan Indonesia, bahkan sebelum perang dunia kedua, Indonesia menjadi pusat perhatian dari para sarjana Belanda. Mereka adalah Snouck Hurgronje, van Vollenhoven, dan Ter Haar yang menulis tentang keadaan sosial di Indonesia saat itu, walaupun demi kepentingan penjajahan.


Sekolah Tinggi Hukum (Rechtchogeschool) di Jakarta pernah menjadi satu-satunya lembaga perguruan tinggi yang mengajarkan sosiologi di Indonesia sebelum akhirnya dihentikan pada tahun 1934-1935. Dihentikan ini kuliah sosiologi ini dikarenakna tidak diperlukan pengetahuan tentang bentuk dan susunan masyarakat.


Sesudah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Prof. Mr. Soenario Kolopaking pertama kali memberikan kuliah sosiologi pada tahun 1948 di Akademi Ilmu Politik Yogyakarta (sekarang menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada). Dalam hal ini, kuliah sosiologi diberikan sebagai ilmu pengetahuna dalam jurusan pemerintahan dalam negeri, hubungan luar negeri dan publistitik.


Mulai tahun 1950, maka banyak mahasiswa Indonesia mendalami sosiologi secara khusus. Bahkan dari mahasiswa ini telah mengembangkan sosiologi yang ada di Indonesia jauh lebih baik.


Buku-buku sosiologi karya orang Indonesia mulai bermunculan. Antara lain, Mr. Djody Gondokusumo menulis Sosiologi Indonesia (1946), Bardosono (1950) menerbitkan diktat sosiologi, dan Hassan Shadily, M.A. menyusun buku berjudul Sosiologi untuk Masyarakat Indonesia yang memuat bahan-bahan pelajaran sosiologi modern.


Kemudian, Major Polak, seorang warga negara Indonesia bekas Pangreh Praja Belanda yang berkesempatan mempelajari sosiologi di Universitas Leiden di Belanda menerbitkan buku berjudul Sosiologi Suatu Pengantar Ringkas, dan Pengantar Sosiologi Pengetahuan Hukum dan Politik (1967).


Sebelumnya, muncul karya-karya Selo Soemardjan, di antaranya Social Change in Yogyakarta (1962) yang sebenarnya adalah disertasi Selo Soemardjan saat memperoleh gelar doktor dari Cornell University. Isinya tentang perubahan-perubahan sosial di Yogyakarta sebagai akibat revolusi sosial politik pada waktu pusat pemerintahan di Yogyakarta. Selanjutnya, Selo Soemardjan bekerja sama dengan Soelaeman Soemardi menulis buku berjudul Setangkai Bunga Sosiologi (1964).

Universitas Indonesia
Kampus Univesitas Indonesia
© news.detik.com

Saat ini banyak sekali sumber belajar mengenai sosiologi, bahkan sudah ada di dalam sejumlah fakultas Ilmu Sosial dan Politik sudah memiliki jurusan Sosiologi. Antara lain adalah Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Universitas Diponegoro, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Sebelas Maret, Universitas Hassanudin, dan Universitas Andalas. Bahkan banyak sekali universitas Indonesia yang mengajarkan sosiologi.


Kesimpulan

Dalam hal ini kita bisa melihat bagaimana sejarah sosiologi sudah menjadi bahan resmi dan penting di Indonesia. Sekilas dari sejarah Sosiologi telah membawa bangsa Indonesia kepada kemajuan yang begitu pesat. Dalam mata kuliah sosiologi saat ini, banyak sekali perkembangan sosiologi dan akhirnya sosiologi menjadi suatu hal yang maju di Indonesia. Sosiologi telah berkembang begitu pesat di Indonesia sehingga menjadikan negara Indonesia kaya akan sosiologi.


Sosiologi sendiri kita lihat dari akar yang mendalam makan menemukan bahwa itu adalah anugerah umum Allah. Turun kepada sejarah Eropa dan akhirnya dibawakan ke Indonesia yang sangat membutuhkan pelajaran sosiologi. Apakah kalian sependapat denganku?


Sumber :

  • Abraham Kuyper, 2012, Ceramah-Ceramah Mengenai Calvinisme, Surabaya : Momentum, Hlm.51 - 64, 136 - 141 | Bagian Ilmu Pengetahuan, maka kita harus memiliki cinta akan ilmu pengetahuan dan Allah dalam anugerah umumnya telah memberikannya. Serta dalam konteks lain, kita harus memiliki sistem kehidupan yang berhubungan dengan Allah langsung, manusia, dan dunia (3 Hubungan ini penting).
  • Atik Catur Budiati, 2009, Sosiologi Kontekstual : Untuk SMA & MA Kelas X, Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Hlm. 3
  • Soerjono Soekanto dan Budi Sulistyowati, 2017, Sosiologi suatu Pengantar edisi Revisi, Jakarta: PT Rajagrafindo Persada. Hlm. 5
  • Suhardi dan Sri Sunarti, 2009, Sosiologi 1 Untuk SMA/MA Kelas X, Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Hlm. 3 - 7
  • Vern Sheridan Poythress, 2011, Redeeming Sociology A God-Centered Approach, Wheaton, Illinois : Crossway, Hlm. 14 - 18

Tinggalkan Komentar di bawah ini
EmoticonEmoticon