Pernahkah kalian bertanya mengenai proses interkasi sosial di dalam ranah disosiatif? Mengapa dalam ranah ini sendiri sering menjadi hal yang sangat penting di dalam sosiologi? karena memang kita adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain di dalam kehidupan kita. Terutama kehidupan sosial kita di era saat ini.
![]() |
Argument... Disosiatif © Ryan McGuire / Pixabay |
Inilah bentuk-bentuk Interaksi sosial dalam ranah negatif, yakni interaksi sosial disosiatif. Dimana dalam interaksi sosial ini maka akan terjadi hal-hal negatif dan proses untuk negatif. Setelah kita bener-bener mempelajari bentuk-bentuk Interaksi sosial beserta pengertiannya. Maka lebih fokus lagi sedikit akan membahas mengenai ini. Maka kita lebih fokus lagi kepada Interaksi Sosial di dalam Proses Disosiatif.
Pengertian Interaksi Sosial
Interaksi sosial adalah hubungan sosial terjadi secara dinamis yang menyangkut hubungan yang terjadi antara orang perorangan, perorangan dengan kelompok maupun kelompok dengan kelompok. Sehingga dalam interaksi sosial akhirnya terjadi suatu relationship diantara mereka. Sehingga terjadinya interaksi
Proses Disosiatif dan Konflik Sosial
Dalam suatu interaksi proses disosiatif adalah lebih kepada perpecahan dan konflik sosial. Terjadi dalam suatu interaksi sosial karena interaksi sosial ini sendiri mengarah pada hal-hal yang disosiatif / negatif. Dalam proses disosiatif sering kali kali merupakan proses oposisi yang dapat diartikan sebagai cara berjuang melawan seseorang atau sekelompok manusia-manusia untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Keinginan dan kehendak yang kuat dari suatu individu atau kelompok yang ditandai dengan gesekan antar kelompok itu sendiri. Sehingga dalam hal ini menibulkan berbagai proses disosiatif yakni kompetisi, kontravensi, dan konflik sosial.
Bentuk-bentuk Interaksi Proses Disosiatif
1. Persaingan / Kompetensi (Competition)
Persaingan merupakan proses yang ditandai dengan adanya saling berlomba dan bersaing antar individu maupun antar kelompok. Persaingan ini sendiri tanpa menggunakan ancaman maupun kekerasan di dalamnya. Tujuan dari persaingan / kompetensi ini adalah agar kedua pihak lebih maju, lebih baik, dan lebih kuat atau lebih untung.
- Persaingan ekonomi
- Persaingan kebudayaan
- Persaingan kedudukan dan peranan
- Persaingan ras.
Persaingan dalam batasan tertentu mempunya beberapa fungsi, yaitu :
- Menyalurkan keinginan-keinginan individu atau kelompok yang bersifat kompetitif
- Sebagai jalan dimana keinginan, kepentingan, serta nilai-nilai pada suatu masa menjadi pusat perhatian, tersalurkan dengan baik oleh mereka yang bersaing.
- Sebagai alat untuk mengadakan selekstif atas dasar seks atau sosial.
- Sebagai alat menyaring para warga golongan karya ("fungsional")
2. Kontravensi (Contravention)
Salah satu bagian dari proses disosiatif yang berada diantara persaingan dan pertentangan. Inilah yang disebut dengan kontraversi. Kontravesi terutama ditandai oleh gejala-gejala adanya ketidakpastian mengenai diri seseorang maupun suatu rencana yang ada. Sehingga menimbulkan perasaan yang tidak suka yang disembunyikan, kebencina, atau keragu-raguan pribadi seseorang. Wujudnya adalah tidak senang , baik tersembunyi maupun terang-terangan.
3. Permusuhan atau konflik (Conflict)
Saat ketika Pribadi maupun kelompok menyadari adanya perbedaan-perbedaan yang sangat mencolok, Misalnya ciri-ciri badaniah, emosi, unsur-unsur kebudayaan, maupun pola perilaku dan seterusnya dengan pihak lain. Ciri tersebut dapat mempertajam perbedaan hingga menimbulkan suatu pertentanan maupun pertikaian. Perbedaan ini sendiri akan terus menjadi peranan penting dan meningkat hingga menjadi suatu konflik. Perbedaan-perbedaan sedemikian rupa sehingga masing-masing pihak berusaha untuk saling menghancurkan.Pertentangan / Permusuhan adalah suatu proses sosial dalam rangka memenuhi tujuan individu atau kelompok dengan cara menentang pihak lain yang disertai ancaman atau kekerasan. Konflik adalah proses sosial perorangan atau kelompok berusaha untuk memenuhi tujuan dengan cara menantang pihak lawan yang disertai dengan ancaman atau kekerasan. Konflik atau permusuhan adalah keadaan saling mengancam, menghancurkan, menetralisir, melukai, dan bahkan saling melenyapkan di antara pihak-pihak yang terlibat.
Kesimpulan
Sehingga dalam proses disosiatif, proses yang mengarah pada suatu perpeahan maupun konflik yang terjadi di suatu interaksi sosial. Tujuannya untuk melawan sebagian orang bahkan dengan tujuan tertentuk. Bentuk-bentuk interaksi sosial ini adalah persaingan, kontravensi, permusuhan atau konflik. Tingkat yang paling parah dari disosiatif adalah konflik.
Sumber :
- Joko Sri Sukardi dan Arif Rohman, 2009, Sosiologi untuk SMA Kelas x, Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan, Hlm. 60 - 65
- Soerjono Soekanto dan Budi Sulistyowati, 2017, Sosiologi suatu Pengantar edisi Revisi, Jakarta: PT Rajagrafindo Persada. Hlm. Hlm.65 - 96
- Suhardi dan Sri Sunarti, 2009, Sosiologi 1 : Untuk SMA/MA Kelas X Program IPS, Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Hlm. 76 - 88
- https://www.zonareferensi.com/bentuk-bentuk-interaksi-sosial/ Diakses pada 18 September 2020 pukul 10:00
Tinggalkan Komentar di bawah ini
EmoticonEmoticon