Thursday, February 11, 2021

Empat Definisi mengenai perilaku menyimpang

Pernahkah mengerti mengenai perilaku menyimpang secara definitif? Mungkin sangat jarang untuk kita ketahui mengenai perilaku menyimpang. Mungkin kita sangat jarang mengerti lebih lanjut mengenai definisi ini. Namun untuk mengerti definisi ini secara mendalam kita akan membahas mengenai definisi ini.

Bertengkar
Bertengkar
© BertengkarVictoria Borodinova / Pexels

Setelah mempelajari mengenai perilaku menyimpang lainnya. Alangkah baiknya kita akan membahas empat definisi mengenai perilaku menyimpang ini dalam sudut pandang sosiolog lebih lanjut.


Empat Definisi mengenai Perilaku Menyimpang

Untuk membahas perilaku menyimpang sebenarnya sudah banyak rumusan dari para sosiolog dalam memperlakukan studi yang ada di dalam kelompok Masyarakat. Sosiolog yang mencoba melakukan hal ini adalah Marshall B. Clinard dan Robert F. Meier dalam bukunya berjudul Sociology of Deviant Behavior. Dalam buku mereka, Clinard dan Meier mencoba mendefinisikan perilaku menyimpang ke dalam empat sudut pandang berbeda. Antara lain :


1. Definisi Statiskal / Secara Perhitungan

Definisi yang sangat umum dimiliki dan didengarkan dalam setiap percakapan. Mengidentifikasikan bahwa penyimpangan sebagai suatu penyimpangan yang rata-rata. Dimana perilaku yang dialami oleh orang pada umumnya. Jika ada suatu perilaku yang menyimpang daripada orang-orang pada umumnya. Sehingga dalam hal ini, orang-orang mayoritas menentukan perilaku mana yang benar dan mana yang harus diterapkan.


Definisi ini sangat mengalami penolakan. Karena jika memang orang-orang mayoritas yang menentukan perilaku seseorang, maka sangat susah mendefinisikan kelompok minoritas. Jika kelompok minoritas melakukan penyimpangan maka dianggap menyimpang dari kebiasaan. Maka kelompok ini menyimpang, padahal minoritas ini belum tentu menyimpang.


2. Definisi Absolut / Mutlak

Definisi dari kaum absolut adalah perilaku menyimpang berasal dari aturan-aturan sosial yang dianggap sebagai sesuatu yang mutlak dan jelas nyata ada di dalam kehidupan. Dalam konsepsi absolut penyimpangan ini mengasumsikan bahwa setiap orang harus menyetujui aturan dasar masyarakat yang jelas, dan mengarahkan kepada suatu kesepakatan umum bahwa penyimpangan. Penyimpangan terjadi jika suatu nilai-nilai tersebut dilanggar dan mengakibatkan pelanggaran moral.


Kaum absolutis berasumsi bahwa aturan-aturan dasar dari suatu masyarakat adalah jelas dan anggota-anggotanya harus menyetujui tentang apa yang disebut sebagai menyimpang maupun bukan. Itu standar dan ukuran dari suatu perilaku yang dianggap conform sudah ditentukan terlebih dahulu, dan sesuatu yang ditentukan menyimpang sudah sangat tegas dan sudah ada nilai-nilai yang dianggap benar dan  tidak menyimpang.


3. Definisi Reaktivitas / Relativis / Reaktif

Definis ini adalah tidak ada kemutlakan di dalamnya sebab tidak ada yang universal maupun entitas berubah yang mendefinisikan penyimpangan. Dalam hal ini, reaktivitas mendefinisikan bahwa “kelompok sosial menciptakan penyimpangan dengan membuat aturan yang pelanggarnya / pelakunya akan menyimpang”.


Dalam artian ini, kaum reaktivis bila berkenaan dengan reaksi sosial, maka ada agen sosial akan mengontrol kegiatan itu. Artinya, apabila ada reaksi dari masyarakat atau agen kontrol sosial terhadap tindakan yang dilakukan seseorang. Artinya, jika ada reaksi dari masyarakat atau agen kontrol sosial dan kemudian mereka memberi cap atau tanda (labeling) kepada pelaku tersebut dan pelaku tersebut dicap melanggar. Sehingga perilaku menyimpang adalah sesuatu yang dicap masyarakat. Sehingga menurut mereka. Masyarakat yang ideal itu tergantung bagaimana cap itu. Cap itu semakin banyak, maka dianggap mereka berlawanan dan menyimpang.


Kritik untuk pandangan ini baha definisi kejelasan mengenai penyimpangan sosial sangat susah. Meskipun ada interaksi sosial antara pelaku dan agen-agen kontrol sosial. Adalah proses yang penting. Maka sebenarnya mendefinisikan hal-hal yang menyimpang adalah hal yang sangat susah. Sehingga susah mendefinisikan secara jelas manakah yang dimaksud menyimpang maupun tidak.


4. Definisi Normatif

Norma adalah standar  tentang “apa yang manusia harus atau tidak boleh pikirkan, katakan, atau lakukan dalam keadaan tertentu.” Sudut pandang ini didasarkan pada asumsi bahwa penyimpangan itu sendiri adalah pelanggaran dari suatu norma sosial. Norma adalah suatu hal yang merupakan standar penting yang ada di masyarakat yang didasari pada suatu nilai sosial. Pelanggaran-pelanggaran norma seringkali diberi sanksi oleh penonton sosialnya. Sanksi-sanksi tersebut dapat berupa tekanan dari sebagian besar masyarakat yang menganggap konform terhadap norma-norma tersebut.


Kaum norma ini merupakan jawaban dari pertanyaan dari kaum relativis karena kaum reaktif / relativis tidak memiliki jawaban pasti mengenai standar yang ada di dalam. Dengan hal ini, ada dua argumen dari normatif yang menjawab kaum relativisme. yaitu (1) bahwa ada dasar atau pandangan orang-orang yang memberikan reaksi di sosial. (2) Dalam hal berkenaan mengenai reaktif yang ada, maka dasar dari penyimpangan sosial maupun relativis di masyarakat. Maka reaktif ini dasarnya dari norma-norma sosial. Mereka mengecap orang dengan label karena ada norma-norma yang berlaku di masyarakat.


Kesimpulan

Setidaknya kita bisa menjawab bahwa perilaku menyimpang dapat didefinisikan dalam 4 definisi penting di dalam mendefinisikan suatu penyimpangan sosial. Perilaku penyimpangan sosial dapat didefinisikan dalam 4 hal. Yaitu : Statiskal, Absolute / Mutlak, Reaktif / Reaktif, dan Normatif. Dalam empat definisi ini, kita bisa mengenal dan mengetahui penyimpangan sosial dapat dimasukan dalam beberapa pandangan tertentu untuk mendefinisikan mengenai penyimpangan sosial.


Sumber :

  • J. Dwi Narwoko dan Bagong Suyanto (Editor), 2019, Sosiologi : Teks Pengantar dan Terapan, Jakarta : PrenadaMedia, Hlm. 90 – 94
  • Marshall B. Clinard dan Robert F. Meier,  2011,  Sociology of Deviant Behavior Fourteenth Edition,  Belmont, Canada: Wadsworth Cengage Learning,  Hlm. 6 - 9


Apakah kalian paham mengenai perilaku menyimpang ini? Penyimpangan sosial apakah kalian sudah cukup memahami mengenai hal ini? 

Tinggalkan Komentar di bawah ini
EmoticonEmoticon

:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:P
:o
:>)
(o)
:p
(p)
:-s
(m)
8-)
:-t
:-b
b-(
:-#
=p~
x-)
(k)