Monday, July 13, 2020

Pengertian Akomodasi, Tujuan-Tujuan, Bentuk-Bentuk, dan Hasil-Hasil Akomodasi

Selain adanya kerja sama dalam interaksi sosial proses asosiatif. Masih ada salah satu bentuk interaksi sosial lainnya yang mengarah pada tujuan positif. Salah satunya adalah Akomodasi (Acomodation) yang terjadi setelah peredaan suatu konflik yang ada. Dalam artikel ini akan membahas mengenai akomodasi setelah kita mengerti dan mempelajari proses asosiaitf serta bentuk-bentuk interaksi sosial.

Akomodasi
Toleransi dalam Akomodasi
© Juan Diego Salinas / Pixabay / Toleransi 
Berikut artikel ini akan mempelajari akomodasi dalam ranah yang lebih sederhana. Apakah yang akan kalian dapatkan dari artikel ini.

Pengertian Akomodasi

Dalam Akomodasi sendiri istilah "akomodasi" sendiri dapat dipergunakan dalam dua arti, pertama menunjuk kepada suatu proses suatu keadaan, atau proses pada usaha-usaha manusia agar meredakan suatu pertentangan.

Dalam pengertian proses keadaa, maka akomodasi adalah penyesuaian keseimbangan dalam interaksi sosial antara orang-perorangan atau kelompok-kelompok manusia. Sedangkan sebagai suatu proses menunjuk pada akomodasi adalah usaha-usaha manusia agar dapat meredakan suatu pertentangan, yaitu usaha-usaha mencapai suatu kestabilan.

Akomodasi kalau dilihat suatu proses di mana orang perorangan atau kelompok-kelompok manusia yang mula-mula saling bertentangan, saling mengadakan penyesuaian diri untuk mengatasi ketegangan-ketegangan. Sehingga akomodasi adalah suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan. Sehingga pihak lawan sendiri tidak kehilangan kepribadiannya.

Tujuan-Tujuan Akomodasi

Tujuan akomodasi sendiri berbeda-beda sesuai dengan situasi yang sedang dihadapi. Namun untuk mengerti dan menyesuaikan sesuai
  1. untuk mengurangi pertentangan antara orang perorangan atau kelompok-kelompok manusia sebagai akibat perbedaan paham. Akomodasi di sini bertujuan untuk menghasilkan suatu perpaduan yang selaras antara kedua pendapat agar menghasilkan suatu pola yang baru,
  2. untuk mencegah pecahnya pertentangan secara temporer,
  3. untuk mewujudkan kerjasama antarkelompok yang terpisah secara psikologis dan kultural, seperti dijumpai pada masyarakat yang mengenal sistem kasta, serta
  4. untuk mengadakan peleburan kelompok-kelompok yang terpisah secara sosial.

Bentuk-bentuk Akomodasi

Para sosiolog telah merumuskan sembilan bentuk akomodasi dalam 11 bentuk, antara lain :

1. Koersi (Corcion)

Koersi adalah suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan oleh karena adanya paksaan. Pemaksaan terjadi bila satu pihak menduduki posisi kuat sedangkan pihak lain dalam posisi lemah. Pelaksanaan ini sendiri dapat dilakukan secara fisik maupun psikologis.

2. Kompromi (Compromise)

Kompromi adalah suatu bentuk akomodasi di mana pihak-pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian teradap perselisihan yang ada. Sikap dari dasar dari Kompromi adalah merasakan atau memahami keadaan pihak lainnya maupun begitu sebaliknya.

3. Arbitrase (Arbitration)

Arbitrase adalah cara mengatasi konflik dengan meminta bantuan pihak ketiga sebagai penengah jika kedua belah pihak sendiri tidak sanggup menyelesaikan sendiri. Dalam hal ini pihak ketiga harus disepakati oleh dua pihak yang sedang berkonflik. Keputusan pihak ketiga disini mengikat

4. Mediasi (Mediation)

Mediasi sendiri mirip dengan arbitrase. Pada mediasi diundanglah pihak ketiga untuk menengahi ini. Namun pihak ketiga ini bersifat netral. Bahkan pihak ketiga sebagai penasehat. Keputusan pihak ketiga disini tidak mengikat dan seorang moderatior hanya bisa memberikan saran terbaik kepada kedua pihak.

5. Konsiliasi (Conciliation)

Konsiliasi adalah suatu usaha untuk mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang berselisih demi tercapainya suatu persetujuan bersama. Konsiliasi lebih bersifat lunak daripada koersi dan membuka kesempatan bagi pihak-pihak yang bersangkutan untuk melakukan asimilasi.
 

6. Toleransi (Toleration)

Toleransi atau lebih sering dinamakan tolerant-participation. Ini merupakan suatu bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang formal bentuknya. Toleransi adalah sikap saling menghormati dan menghargai pendirian masing-masing. Kadang-kadang toleransi sendiri timbul secara tidak sadar dan tanpa direncanakan karena adanya watak orang-perseorangan atau kelompok-kelompok manusia untuk sedapat mungkin menghindarikan diri dari suatu perselisihan.

7. Stalemate

Stalemate adalah dimana kedua pihak mengalami jalan buntu. Di mana pihak-pihak yang bertentangan karena mempunyai kekuatan yang seimabng berhenti pada sautu titik tertentu dalam melakukan pertentangannya. Sehingga kedua pihak memiliki kekuatan yang seimbang dan berhenti pada posisi tertentu.

8. Ajudikasi (Adjudication)

Ajudikasi adalah penyelesaian perkara atau sengketa di pengadilan.

9. Segregasi (Segregation)

Segregasi adalah upaya saling memisahkan diri atau saling menghindar di antara pihak-pihak yang bertentangan dalam rangka mengurangi ketegangan.

10. Gencatan Senjata (Cease Fire)

Gencatan senjata adalah penangguhan permusuhan atau peperangan dalam jangka waktu tertentu. Masa penangguhan digunakan untuk mencari upaya penyelesaian konflik di antara pihak-pihak yang bertikai.

11. Displasemen (Displacement)

Displasemen adalah usaha mengakhiri konflik dengan mengalihkan pada objek lain.

Hasil-Hasil Akomodasi

Secara panjang, Gillin dan Gillin menguraikan hasil-hasil suatu akomodasi melalui sejarah dunia. Berikut beberapa hasil Akomodasi :
  1. Akomodasi, dan integrasi Masyarakat. Akomodasi dan integrasi masyarakat telah berbuat banyak untuk menghindari masyarakat dari benih-benih pertentangan laten yang akan melahirkan pertentanan baru.
  2. Menekan oposisi
  3. Koordinasi berbagai kepribadian yang berbeda.
  4. Perubahan lembaga-lembaga kemasyarakatan agar sesuai dengan keadaan baru / berubah.
  5. Perubahan-perubahan di dalam kedudukan
  6. Akomodasi sendiri akan menjadi jalan ke arah asimilasi.

Kesimpulan

Akomodasi adalah interaksi proses asosiatif yang berguna untuk mengatasi suatu pertikaian atau konflik dengan tujuannya untuk mencapai suatu kestabilan yang ada. Akomodasi sendiri terdapat 11 bentuk dan akomodasi sendiri akan menghasilkan suatu hal yang baru di dalam masyarakat.

Sumber :
  • Joko Sri Sukardi dan Arif Rohman, 2009, Sosiologi untuk SMA Kelas X, Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan, Hlm. 62
  • Soerjono Soekanto dan Budi Sulistyowati, 2017, Sosiologi suatu Pengantar edisi Revisi, Jakarta: PT Rajagrafindo Persada. Hlm. Hlm. 68 - 72
  • Suhardi dan Sri Sunarti, 2009, Sosiologi 1 : Untuk SMA/MA Kelas X Program IPS, Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Hlm. 78 - 81

Tinggalkan Komentar di bawah ini
EmoticonEmoticon

:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:P
:o
:>)
(o)
:p
(p)
:-s
(m)
8-)
:-t
:-b
b-(
:-#
=p~
x-)
(k)