Thursday, January 7, 2021

Jenis-Jenis Nilai Sosial

Dalam hal kita telah membahas mengenai nilai-nilai sosial. Dalam ini, kita akan membahas lebih terperinci dari jenis-jenis nilai sosial. Dalam hal ini, kita akan membahas nilai-nilai sosial jauh lebih baik daripada yang ada. Dalam hal ini, kita bisa mengerti dalam hal-hal yang berkenaan dengan nilai sosial. Apa sajakah jenis-jenis nilai sosial yang berlaku di masyarakat?

Kehidupan Masyarakat
Kehidupan anak-anak Sekolah
© KehidupanArtem Beliaikin / Pexels

Berikut kita akan membahas mengenai nilai-nilai sosial. Terutama jenis-jenis nilai sosial yang berlaku di masyarakat. Mengapa nilai-nilai sosial ini berlaku di masyarakat? Dan apa sajalah nilai sosial tersebut?


Pengertian Nilai

Untuk mengerti nilai sosial, alangkah baiknya kita mengenal dari pengertian nilai itu sendiri. Nilai adalah sesuatu yang beraharga dan diangap penting di dalam kehidupan kita. Setiap kita berkomunikasi, berelasi, maupun bersosial dan lain sebagainya. Pasti ada nilai-nili yang akan dianut di dalamnya diri seseorang yang dianggap penting.


Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Nilai memiliki pengertian :

nilai/ni·lai/ n 1 harga (dalam arti taksiran harga): 2 harga uang (dibandingkan dengan harga uang yang lain): 3 angka kepandaian; biji; ponten: 4 banyak sedikitnya isi; kadar; mutu: 5 sifat-sifat (hal-hal) yang penting atau berguna bagi kemanusiaan: -- 6 sesuatu yang menyempurnakan manusia sesuai dengan hakikatnya:


Dalam pengertian KBBI versi web, dalam nomor 5 dan 6 lebih bersifat sosial itu sendiri. Karena dianggap lebih mendekati arti dari suatu sosial.


Dalam pengertian Robert M. Z. Lawang mendefinisikan nilai sebagai :

Nilai adalah gambaran mengenai apa yang dinginkan, yang pantas, yang berharga, yang mempengaruhi prilaku sosial orang yang memiliki nilai itu.


Dalam pengertian Horton dan Hunt (1987), nilai adalah gagasan mengenai apakah sesuatu pengalaman itu berarti maupun tidak berarti. Nilai pada hakikatnya mengarahkan perilaku dan pertimbangan seseroang, tetapi ia tidak menghakimi apakah sebuah perilaku dan pertimbangan seseroang, tetapi ia tidak menghakimi apakah sebuah perilaku itu benar atau salah.


Nilai adalah sesuatu yang penting di dalam kebudayaan. Sebuah tindakn dianggap sah artinya secara moral dapat diteria kalau harmonis dengan nilai-nilai yang disepakati dan dijunjung oleh masryaakt di mana tindakan itu dilakukan.


Pengertian Nilai Sosial

Dalam hal ini, pengertian nilai sendiri harus sesuai dengan konteks kehidupan yang ada di masyarakat. Dalam kehidupan masyarakat, pasti setiap di dalamnya punya nilai yang dianut oleh masyarakat. Nilai yang dimiliki oleh masyakat di dalamnya adalah nilai sosial. Setiap masyrakat memiliki nilai sosial masing-masing. Dalma hal ini, nilai tersebut diyakini sebagia kebnaran yang harus dijunjung tinggi keberadaannya. Nilai sosial sendiri adalah penghargaan yang diberikan masyarakat kepada suatu yang dianggap benar, baik luhur, penting, dan berguna secara nyata untuk menjaga keberlangsungan hidup masyarakat.

Kehidupan Masyarakat
Kehidupan masyarakat
© Kehidupan masyarakat / Huy Phan / Pexels


Jenis-Jenis Nilai Sosial

Nilai sosial yang ada di masyarakat sangatlah beragam dan kompleks. Dan jelas dapat dikalsifikasi menurut jenisnya sendiri. Beberapa jenis nilai sosial menurut para sosiolog sebagia berikut :


a. Nilai Sosial Menurut Prof. Notonegoro

Menurut Prof. Notonegoro, salah satu dari sosiolog indonesia sendiri membedakannya menjadi 3 macam, yaitu :


1. Nilai material

Nilai material yaitu nilai yan terkandung di dalam suatu materi benda tersebut. Karena bersifat materi, maka yang dapat berguna bagi kehidupan manusia.


2. Nilai Vital

Nilai vital adalah sesuatu yang sangat penting untuk aktivitas kehidupan manusia. Dianggap vital karena berguna untuk melakukan aktivitas atau kegiatan kehidupan.


3. Nilai Spiritual / Rohani

Sesuatu yang sangat penting untuk rohani / seseorang. Dalam hal ini, Prof. Notonegoro membaginya menjadi 4 lagi, yaitu :

  • Nilai Religius, merupakan nilai yang berisikan filsafat-filsafat hidup yang dapat diyakini kebenarannya. Dalam hal ini, misalnya nilai-nilai yang terkandung dalam kitab suci.
  • Nilai Estetika merupakan nilai keindahan yang bersumber dari unsur rasa manusia (perasaan atau estetika).
  • Nilai moral, merupakan nilai yang mengenal sisi baik dan buruknya suatu perbuatan.
  • Nilai kebenaran / Empiris, dalam hal ini, nilai yang mempergunakan proses berpikir dan akal sesuai dengan fakta-fakta yang terjadi (logika / rasio).


b. Nilai Sosial Berdasarkan Intensitasnya

Nilai-nilai sosial kadang-adang ada yang banyak dianut dan sering dijalakan oleh masyarakat, maupun ada nilai-nilai sosial yang jarang dianut oleh anggota masyarakat. Dalam hal ini, kita bisa menjelaskan mengenai nilai-nilai yang dominan maupun nilai yang tidak dominan.


Nilai-nilai dominan adalah nilai-nilai yang diutamakan daripada nilai-nilai lainnya. Adapun ciri-ciri yang ada dominan adalah banyaknya orang yang menganut nilai tersebut, lamanya nilai itu dirasakan oleh para anggotanya, dan tingginya usaha untuk mempertahankan nilai-nilai tersebut. Sehingga tingginya nilai yang harus disanjung di dalam masyarakat.


Sedangkan nilai-nilai yang bertentangan dengan nilai dominan disebut sebagia nilai yang tidak dominan. Dalam hal ini nilai tidak dominan adalah nilai yang dianggap rendah atau tidak sesuai dengan nilai dominan / nilai kebanyakan yang dianut oleh orang. Bahkan dianggap bertentangan dengan masyarakat yang ada.


c. Nilai Sosial Menurut C. Kluckhon

Menurut C. Kluckhon, nilai sosial pada masyarakat mendasarkan pada lima masalah pokok yang ada :


1) Nilai hakikat hidup manusia

Hakikat hidup menurut setiap kebudayaan dapatlah berbeda-beda. Jika hakikat yang dianggap baik akan selalu diisi. Jika ada ang dianggap buruk berusaha untuk diubah menjadi yang hidup. Karena yang buruk akan diubah menjadi baik.


2) Nilai hakikat karya manusia

ada suatu masyarakat ang menganggap karya manusia itu memungkinkan hidup, memberikan kedudukan yang terhormat maupun gerak hidup yang menghasilkan suatu karya. Dalam hal ini. berkarya bisa dijadikan sebagai tujuan hidup suatu manusia. Serta ada karya yang diutamakan dalam suatu kebudayaan.


3) Nilai hakikat kehidupan manusia dalam ruang dan waktu

Ada masyarakat yang memandang sesuatu yang penting / berorientasi di dalam masa lampau, masa sekarang, maupun masa yang akan mendatang.


4) Nilai hakikat hubungan manusia dengan alam sekitar

ada suatu kebudayaan yang menganggap manusia harus mengeploiktasi dengan alam semesta, atau memanfaatkan alam semesta semaksimal mungkin. Maupun ada masyarakat yang mencari keharmonisan / keselarasan dengan alam. Namun ada suatu budaya yang alamnya berusaha menundukkan manusia.


5) Nilai hakikat manusia dengan sesamanya

Ada masyarakat yang mendahului hubungan secara vertikal dengan manusia dan sesamanya. Hubungan yang horizontal antara manusai dengan manusia, atau ada yang mengatakan bahwa bergantung dengan orang lain adana tindakan yang tidak benar. Hal ini tergantung dengan kebiasaan atau hubungan dengan masyarakat dengna sesamanya.


Kesimpulan

Dalam hal ini, kita bisa melihat adanya 3 jenis nilai sosial yang dianut di dalam masyarkaat menurut jenis-jenis yang ada. Dalam hal ini, kita bisa melihat perbedaan jenis-jenis ini untuk mengerti apakah itu nilai soial itu.


Sumber :

  • Atik Catur Budiati, 2009, Sosiologi Kontekstual : Untuk SMA & MA Kelas X, Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, Hlm. 31 - 33
  • Elisanti dan Titin Rostini, 2009, Sosiologi 1 : untuk SMA / MA Kelas X, Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Hlm. 35 - 37
  • J. Dwi Narwoko(editor) dan Bagong Suyanto(editor), 2019, Sosiologi : Teks pengantar dan Terapan Edisi Keempat, Jakarta : Prenadamedia Group, Hlm.47
  • KBBI web, 2021, "Nilai", https://kbbi.web.id/nilai, Diakses pada 7 Januari 2021 pukul 21.00

Tinggalkan Komentar di bawah ini
EmoticonEmoticon

:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:P
:o
:>)
(o)
:p
(p)
:-s
(m)
8-)
:-t
:-b
b-(
:-#
=p~
x-)
(k)