Wednesday, July 22, 2020

Fungsi-Fungsi dan Hasil-Hasil dari Persaingan

Setelah membahas mengenai persaingan dalam ranah yang cukup sederhana, seperti pengertian, macam-macam, tipe-tipe, gungsi, dan hasil-hasil. Mungkin dalam ranah ini kita dapat mengenal yang dimaksud mengenai persaingan. Namun apa jadinya jika kita mencoba untuk menfokuskan poin ini.

Persaingan
Persaingan di Kantor
©  StartupStockPhotos /
PixabayStudent 
Setelah kita membahas mengenai disosiatif, serta pengertian-pengertian dari Interaksi sosial, kita mencoba untuk membahas mengenai fokus poin tentang fungsi-fungsi dan hasil-hasil dari Persaingan ini? Apakah yang bikin persaingan ini akan menarik untuk dipelajari?

Pengertian Persaingan

Sebelum membahas mengenai hasil-hasil dan fungi-fungsi dahulu, alangkah baiknya memahami sedikit definisi persaingan yang menjadi dasar untuk memahami persaingan ini. Persaingan / Competition merupakan proses yang ditandai adanya saling berlomba maupun bersaing antar individu atau kelompok-kelompok, tanpa menggunakan ancaman maupun kekerasan dalamnya. Tujuan untuk dari persaingan atau kompetensi sendiri agar kedua belah pihak untuk lebih mengarah ke hal-hal yang positif dan beruntung. Misalnya kedua pihak lebih maju, lebih baik, lebih kuat, ataupun lebih untung. Sehingga tujuan yang tercapainya yaitu memperoleh keutungan besar dan benar.

Fungsi-Fungsi dari Persaingan

Persaingan di dalam batas-batas tertentu sendiri,mempunyai beberapa fungsi-fungsi tertentu, seperit halnya yang diungkapkan oleh Gillin dan Gillin di dalam bukunya. menjelasan fungsi-fungsi persaingan ini. Yakni :

1. Menyalurkan keinginan-keinginan Individu dan kelompok yang bersifat kompetitif.

Sifat manusia pada umumnya selalu hendak memperoleh apa yang dihargai atau yang "trendY', sehingga jika makin banyak sesuatu yang dihargai, semakin meningkat pula keinginan untuk memperolehnya. Sehingga lebih bersifat kompetitif. 

Sifat dari kompetitif ini memicu kemajuan individu untuk jauh lebih baik dari orang pada umumnya. Jauh lebih baik ini adalah keinginan dari sang Individu untuk dirinya lebih berkembang.

2. Sebagai saluran dan jalan untuk keinginan, kepentingan, serta nilai-nilai yang pada suatu masa menjadi suatu pusat perhatian, tersalurkan oleh mereka yang sedang bersaing.

Misalnya suatu penemuan baru, meruapkan saluran untuk memenuhi segala keinginan masyarakat bersama. Di dalam persaingan sendiri berfungsi juga memberikan alternatif-alternatif lain yang tepat sehingga keinginan dari masyarakat sendiri terpuaskan.
Persaingan di Bidang Catur
Contoh Persaingan
© mlproject / Pixabay 
Catur
Sehingga jikalau ada penemuan-penemuan baru di dalam persaingan, maka penemuan ini mendorong kemajuan tertentu di dalam bidang pengetahuan dan kemasyarakatan.


3. Sebagai alat untuk mengadakan seleksi atas dasar seks dan sosial.

Pesaingan sendiri berfungsi untuk mendudukan individu pada kedudukan serta peranan yang sesuai dengan kemampuannya. Sehingga dalam hal ini, kedudukan individu dan seleksi atas dasar seks maupun sosial berjalan cukup tepat.

4.Sebagai alat menyaring para warga golongan karya ("fungsional")

Persaingan dapat juga berfungsi sebagai alat untuk menyaring para warga golongan karya ("fungsional") serta menghasilkan pembagian kerja yang semakin efektif dalam pembagian kerjanya. 

Jika ada seseorang yang bermalas-malasan dan tidak bekerja. Lama kelamana akan terseleksi alam dan dapat menyaring manakah orang-orang yang bener-bener niat di dalam pekerjaannya. 

5. Mendorong seseorang untuk tetap bersaing dan mendapatkan kemampuan tertentu

Di dalam persaingan, maka setiap orang yang jika dilakukan dengan jujur. Kemapuan semakin meningkat dan semakin memperoleh kemampuan lainnya. Bahkan kemampuan ini melebihi ataupun berbeda dengan orang yang sedang disaingi.

Oleh karena dorongan untuk menjadi golongan karya. adalah kunci dimana persaingan mendorong orang-orang untuk bekerja lebih keras lagi. Sehingga orang tersebut tetap bersaing dan bersaing hingga menemukan keunikan tertentu di dalamnya. 

Hasil-Hasil Persaingan

Akibat-akibat persaingan mungkin akan bersifat asosiatif maupun bersifat disosiatif. Di dalam akibat asosiatif justru menjadikan persaingan sebagai kemajuan yang baik. Sedangkan di dalam disosiatif akan menghasilkan pertentangan atau pertikaian. Berikut hasil-hasil persaingan :

1. Kepribadian seseorang

Seperti yang diungkapkan oleh sosiolog kita Charles H. Cooley bahwa jika persaingan dilakukan dengan begitu jujur, akan mengembangkan kepribadian seseorang dan rasa sosial di dalam dirinya, seseorang hampir tidak mungkin bersaing tanpa mengenal lawannya dengan baik. Sehingga dalam persaingan perlu pengenalan lawan dengan begitu kuat, baik secara kontak maupun komunikasi yang lainnya. Sehingga mereka dalam komunikasi maka dengan tidak langsung harus mengenal lawannya dengan baik. 

Dalam persaingan yang pasti adalah kita perlu mengenal lawan kita dengan baik, baik itu dalam kontak, dan pengertian atau komunikasi karena seseorang tentu ingin mengenai sifat-sifat, cara-cara kerja, perilaku lawannya.  Apabila sifat-sifatnya berkenaan dengan dirinya, seseorang akan menghargai lawannya, walaupun tujuannya berbeda. Bahkan kita sendiri telah memperluas pandangan pengertian serta pengetahuannya serta rasa simpati seseorang.

2. Kemajuan

Dalam sistem kemasyarakatan yang bekembang dan maju dengan cepet. Maka serang individu menyesuaikan diri terhadap keadaan yang terjadi di jamanya. Sehingga agar tidak terkena atau tidak ketinggalan, maka seseorang dituntut untuk bekerja keras supaya mengikuti perkembangan yang ada. 

3. Solidaritas Kelompok

Selama persaingan sendiri, jika dilakukan secara jujur, maka akan membentuk suatu solidaritas antar anggota di dalam kelompok semakin kuat. Sehingga hubungan solidaritas antar anggota akan kuat. Tidak akan goyah, sekaligus kuat. Sehingga dalam hal ini, individu-individu akan melakukan penyesuaian terhadap hubungan-hubungan sosialnya hingga terbentuk keserasian.

4. Disorganisasi

Perubahaan yang terlalu cepat dalam masyarakat akan mengakibatkan diorganisasi dalam struktur sosial. Perubahan yang cepat sering merupakan faktor utama diorganisasi. Hal ini dikarenakan masyarakat hampir tidak mendapatkan kesempatan untuk menyesuaikan diri dan mengadakan reorganisasi (membikin struktur ulang). 

Kesimpulan

Di dalam persaingan tidak hanya bersifat disorganisatif, melainkan dalam persaingan sendiri dapat menghasilkan fungsi-fungsi khusus yang mendorong individu maupun kelompok semakin cepat untuk maju. Karena kemajuan ini pun membanngun persaingan jauh lebih sehat. Sehingga persaingan pun dapat berjalan sangat maksimal.

Sumber
  • Joko Sri Sukardi dan Arif Rohman, 2009, Sosiologi untuk SMA Kelas x, Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan, Hlm. 63 - 64
  • Soerjono Soekanto dan Budi Sulistyowati, 2017, Sosiologi suatu Pengantar edisi Revisi, Jakarta: PT Rajagrafindo Persada. Hlm. Hlm. 82 - 86
  • Suhardi dan Sri Sunarti, 2009, Sosiologi 1 : Untuk SMA/MA Kelas X Program IPS, Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Hlm. 86

Apakah kalian sangat suka bersaing atau tetep berada dalam posisi aman?

Tinggalkan Komentar di bawah ini
EmoticonEmoticon

:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:P
:o
:>)
(o)
:p
(p)
:-s
(m)
8-)
:-t
:-b
b-(
:-#
=p~
x-)
(k)