Setelah untuk mengerti beberapa hal yang penyimpangan yang ada terjadi di saat ini, kita telah mempelajari hal-hal tersebut. Kita bisa mempelajari lebih baik lagi dan lebih dalam mengenai penyimpangan sosial yang lebih dalam.
![]() |
Penyimpangan Sosial © Bad / cottonbro / Pexels |
Setelah kita mempelajari bahwa penyimpangan terjadi karena terjadinya suatu penyimpangan nilai-nilai atau norma-norma yang ada di masyarakat. Dan hal ini kita akan mengerti dalam lebih dalam lagi mengenai bentuk-bentuk penyimpangan sosial dan jenis-jenis perilaku penyimpangan.
Bentuk-Bentuk Penyimpangan Sosial
Terdapat berbagai pelaku penyimpangan yang ada di masyarakat, dan hal ini didasarkan pada jumlah yang melakukan perilaku menyimpang.
Individual Deviation (Penyimpangan Individual)
Penyimpangan individu dilakukan oleh perilaku individu atau kelompok orang perorangan. Tujuan dari individu melakukan penyimpangan adalah tindakan dirinya pribadi. Tidak dapat menyesuaikan nilai maupun norma yang ada. Tujuannya disengaja agar tindakan menyimpang, menyimpang dari tata nilai dan peraturan yang ada. Setiap individu punya tujuan tertentu dalam melakukan penyimpanan.
Group Deviation (Penyimpangan Kelompok).
Penyimpangan kelompok dilakukan oleh sekelompok orang yang tidak memenuhi suatu nilai dan norma yang berlaku di masyarakat. Pelaku dapat melakukan tindakan menyimpang dengan melakukannya dengan bersama teman-teman secara kolektif yang ditanggung di dalam kelompok di dalamnya. Alasannya bahwa perasaan kolektif maupun sesuatu yang dianut kelompok ini bertentangan dengan masyarakat maupun kelompok lain.
Mixture of Both Deviation (Penyimpangan Campuran)
Penyimpangan campuran dapat dilakukan oleh individu dalam sebuah kelompok. Penyimpangan ini dilakukan oleh individu yang ada di dalam bentuk keterkaitan individu tersebut di dalam kelompoknya. Kelompok ini sendiri telah melakukan organisasi terhadap setiap individu-individu di dalam kelompoknya dan individu mulai melakukan penyimpangan ini.
Jenis-Jenis Perilaku Penyimpangan
Manusia adalah makhluk sosial, individu, dan makhluk berpikir, juga memiliki suatu perilaku yang tidak pernah tetap. Ada beberapa manusia yang mengikuti kehendak secara umum yang ada, tetapi ada tindakan yang bertentangan secara umum / tindakan khusus. Dalam hal ini, Lemert (1951) mengungkapkan dua konsep perilaku menyimpang, yaitu :
Penyimpangan Primer
Penyimpangan primer adalah perbuatan menyimpang yang dilakukan oleh seseorang yang ada di dalam hidupnya tetapi masih menaati nilai dan norma (Konformis). Dalam hal ini, penyimpangan terjadi secara tersembunyi, dan mudah memaafkan sehingga pelaku penyimpangan ini tidak dianggap melakukan penyimpangan. Penyimpangan ini sendiri ditoleransi di masyarakat. Serta dimengerti secara baik.
Penyimpangan primer sendiri atau Deviation Primary adalah penyimpangan yang bersifat sementara (temporer) atau perbuatan penyimpangan yang hanya dilakukan pertama kali dan selalu mematuhi aturan yang ada. Lemert mengatakan bahwa perilaku menyimpang akan tetap bersifat primer sejauh perbuatan itu dianggap sebagai fungsi sosial yang dapat diterima.
Penyimpangan Sekunder
Penyimpangan sekunder adalah suatu perbuatan yang oleh masyarakat diidentifikasikan sebagai perbuatan menyimpang. Orang yang telah melakukan penyimpangan dan perbuatan ini disebut menyimpang. Penyimpangan sekunder dianggap sebagai penyimpangan umumnya karena telah menyingkirkan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di masyarakat.
Penyimpangan sekunder atau Deviation Secondary adalah penyimpangan sosial yang dilakukan secara terus-menerus, meskipun sanksi telah diberikan olehnya. Para pelakunya sendiri secara umum dikenal sebagai orang yang berperilaku menyimpang. Seorang yang terus menerus melakukan penyimpangan sekunder kan dibenci dan dibuang dari kehadiran di tengah-tengah masyarakat.
Kesimpulan
Berikut kita perlu mengerti bagaimana bentuk-bentuk maupun jenis-jenis penyimpangan yang terjadi di masyarakat. Dalam hal ini, kita bisa melihat banyak penyimpangan sosial ini sendiri punya berbagai jenis yang ada di masyarakat. Penyimpangan yang terus-menerus tidak baik karena kita akan dibenci oleh masyarakat dan perlu kita perbaiki.
Sumber:
- Bagja Waluya, 2009, Sosiologi 1 : Menyelami Fenomena Sosial di Masyarakat untuk Kelas X Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah, Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Hlm 95 - 96
- Elisanti dan Tintin Rostini, 2009, Sosiologi 1 : untuk SMA / MA Kelas X, Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional Hlm. 94 – 96
- Vina Dwi Laning, 2009, Sosiologi: untuk SMA/MA kelas X, Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, Hlm. 110
Bagaimana, apakah kalian sering melakukan penyimpangan? Bagaimana kehidupan kita agar tidak menyimpang? Dan bagaimana cara mengatasinya?
Tinggalkan Komentar di bawah ini
EmoticonEmoticon