Tuesday, July 28, 2020

Faktor-Faktor dan Tingkat Hubungan di dalam Interaksi Sosial

Di bagian ini sendiri, kita mengenal mengenai interaksi sosial di dalam sosiologi khususnya yang mendasari interaksi sosial itu berjalan di dalam kehidupan. Apakah yang bikin interaksi sosial itu berjalan lancar dan mengapa interaksi sosial ini sangat penting?

Interaksi Sosial
Berinteraksi Sosial bareng bersama
© Afta Putta Gunawan / Pexels
Setelah kita mengenal namanya pengertian, syarat-syarat dan macam-macam kontak sosial di dalam interaksi sosial. Namun agar mengenal kenapa hal ini terjadi interaksi sosial. Maka kita perlu mempelajari faktor-faktor terjadinya Interaksi Sosial hingga Tingkat Hubungan di dalam Interaksi Sosial.

Pengertian Interaksi Sosial

Interaksi Sosial adalah hubungan sosial yang terjadi dalam masyarakat secara dinamis yang menyangkut hubungan antara orang perseorangan, perorangan dengan kelompok, ataupun kelompok dengan kelompok yang ada dalam hubungan ini. Sehingga dalam hal ini terjadinya hubungan dan interaksi sosial.

Interaksi sosial adalah kunci utama dalam kehidupan sosial karena tanpa interaksi sosial, maka tidak mungkin terjadi kehidupan di masyarakat dan kehidupan sosial. Bertemunya orang perorangan sendiri secara badaniah belum tentu menghasilkan pergaulan hidup dalam suatu kelompok sosial tanpa adanya interaksi.

Dalam pegaulan hidup akan terjadi apabila orang-orang atau perseorangan ataupun kelompok-kelompok manusia dapat bekerja sama, saling berkomunikasi, serta seterusnya sehinga dalam interkasi sosial ini akan mencapai tujuan bersama. Bahkan dalam interaksi sosial sendiri dapat mengadakan permusuhan, persaingan, dsb. Interaksi ssial sendiri menjadi dasar sosial di dalam masyarakat. Sehingga menunjukkan kepada hubungan-hubungan yang dinamis.

Faktor-Faktor Interaksi Sosial

Menurut Soerjono Soekanto, faktor-faktor yang mempengaruhi suatu pross interaksi sosial antara lain adalah : faktor imitasi, sugesti, identifikasi, dan simpati. Namun selain 4 faktor tersebut, ada faktor lain yaitu empati dan motivasi. Faktor-faktor ini sendiri dapat bergerak secara terpisah maupun dalam keadaan tergabung.

1. Imitasi

Imitasi adalah proses seseorang untuk belajar cara meniru dan atau mengikuti perilaku orang lain. Bahkan dalam hal ini, peniruan ini tidak hanya sekedar penampilan, bahkan dapat berupa tingkah laku dan gaya hidupku dapat diimitasi. Imitasi dalam ranah positif akan mendorong seseorang untuk mematuhi kaidah-kaidah atau nilai-nilai yang berlaku dengan positif. Sedangkan dalam ranah negatif maka akan mengakibatkan terjadinya hal-hal yang negatif seperti tindakan-tindakan menyimpang. Yang sangat disayangkan dalam imitasi ini sendiri dapat menghambat seseorang untuk mengembangkan daya kreasi dalam dirinya.

2. Sugesti

Pernahkah mendengar kata sugesti? Mungkin kita jarang banget mengerti maksud sugesti ini. Sugesti memiliki pengertian bahwa suatu dorongan atau pengaruh yang dapat menggerakan hati maupun pikiran orang dan sebagainya yang akhirnya diterima oleh penerima. Berbeda dengan imitasi, Suesti sendiri berlangsung pada pihak yang sedang mengalami atau terkena namanya emosi dalam hidupnya, yang menghambat seseorang untuk berpikir secara rasional. Orang yang memberikan sugesti ini sendiri adalah orang yang memiliki otoritas atau wibawa yang baik.
Interaksi Sosial
Kehidupan sosial yang menarik
© Gennaro Leonardi / Pixabay / Sosial

3. Identifikasi

Identifikasi adalah kecenderungan-kecenderungan atau keinginan-keinginan yang berasal dari diri sendiri untuk menjadi sama dengan pihak yang ia tiru. Identifikasi ini berbeda dari imitasi, bahkan jauh lebih mendalam dari imitasi, karena kepribadian dalam indentifikasi akhirnya terbentuk dengan baik. Proses ientifikasi ini sendiri dapat terjadi dengan sendirinya maupun dengan disengaja karena sering kali seseorang memerlukan tipe-tipe ideal tertentu di dalam proses kehidupannya.

4. Simpati

Proses simpati adalah ketika kita merasa tertarik atau melihat kondisi dari pihak lain. Perasaan mengambil perang penting disini walapun dorongan utama dalam simpati adala bagaimana keinginan kita untuk memahami pihak lain dan bekerja sama dengannya.

5. Empati

Empati merupakan wujud dari rasa simpati kita terhadap keadaan orang lain. Empati ini sendiri terjadi dengan perbuatan nyata kepada kondisi orang / pihak yang lain.

6. Motivasi

Motivasi adalah dorongan yang timbul dari diri seseroang baik secara sadar ataupun tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Sehingga seseorang akan mendrong untuk dirinya berinteraksi dengan seseorang.

Tingkat Hubungan dalam Interaksi Sosial

Interaksi sosial terjadi di dalam masyarakat sendiri memiliki tingkat hubungan yang berbeda-beda di dalam masyarakat. Tingkatan hubungan ini sendiri menunjukkan intensitas hubungan yang berlangsung diantara pihak-pihak yang melakukan interaksi sosial.

a. Tingkat Hubungan Dangkal

Tingkat Hubungan dangkal hanya berlangsung sesaat dan tidak terjadi kesinambungan, dan tidak menimbulkan jalinan yang lebih dalam. Contoh yang sederhana adalah penjual dan pembeli.

b. Tingkat Hubungan Dalam

Interkasi sosial yang jenis ini berlansung terus-menerus tanpa batas, bersinambungan, dan adanya jalinan. Dalam hal ini dapat dicontohkan adalah interaksi antara orang tua dengan anak di rumah maupun dua remaja yang sedang jatuh cinta.

Kesimpulan

Sehingga dalam hal ini, interaksi-interkasi sosial sendiri terjadi karena terdapatnya 6 faktor diatas. Antara lain adalah imitasi, sugesti, identifikasi, simpati, empati, dan motivasi. Serta dalam interaksi sosial sendiri terdapat tingkat hubungan yang terjadi adalah interkasi sosial yang semakin mendalam.

Sumber :

Tinggalkan Komentar di bawah ini
EmoticonEmoticon

:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:P
:o
:>)
(o)
:p
(p)
:-s
(m)
8-)
:-t
:-b
b-(
:-#
=p~
x-)
(k)