Monday, July 13, 2020

Bentuk-Bentuk dari Akomodasi

Ketika sudah mengenal yang disebut dengan akomodasi, seperti pada arikel sebelumnya yang membahas mengenai Akomodasi, namun kini kita akan lebih mengarah pada bentuk-bentuk dari akomodasi itu sendiri agar kita bener-bener mengenal dari 11 bentuknya.

Akomodasi
Akomodasi Mempertemukan
Kedua Belah Pihak
© maxmanroe
 Berikut adalah Artikel mengenai bentuk-bentuk dari Akomodasi yang dapat kalian pelajari.

Pengertian Akomodasi

Dalam Akomodasi sendiri istilah "akomodasi" sendiri dapat dipergunakan dalam dua arti, pertama menunjuk kepada suatu proses suatu keadaan, atau proses pada usaha-usaha manusia agar meredakan suatu pertentangan.

Dalam pengertian proses keadaa, maka akomodasi adalah penyesuaian keseimbangan dalam interaksi sosial antara orang-perorangan atau kelompok-kelompok manusia. Sedangkan sebagai suatu proses menunjuk pada akomodasi adalah usaha-usaha manusia agar dapat meredakan suatu pertentangan, yaitu usaha-usaha mencapai suatu kestabilan.

Bentuk-bentuk Akomodasi

Para sosiolog telah merumuskan sembilan bentuk akomodasi dalam 11 bentuk, antara lain :

1. Koersi (Corcion)

Koersi adalah suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan oleh karena adanya paksaan. Pemaksaan terjadi bila satu pihak menduduki posisi kuat sedangkan pihak lain dalam posisi lemah. Pelaksanaan ini sendiri dapat dilakukan secara fisik maupun psikologis. 

2. Kompromi (Compromise)

Kompromi adalah suatu bentuk akomodasi di mana pihak-pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian teradap perselisihan yang ada. Sikap dari dasar dari Kompromi adalah merasakan atau memahami keadaan pihak lainnya maupun begitu sebaliknya.

3. Arbitrase (Arbitration)

Arbitrase adalah cara mengatasi konflik dengan meminta bantuan pihak ketiga sebagai penengah jika kedua belah pihak sendiri tidak sanggup menyelesaikan sendiri. Dalam hal ini pihak ketiga harus disepakati oleh dua pihak yang sedang berkonflik. Keputusan pihak ketiga disini mengikat

4. Mediasi (Mediation)

Mediasi sendiri mirip dengan arbitrase. Pada mediasi diundanglah pihak ketiga untuk menengahi ini. Namun pihak ketiga ini bersifat netral. Bahkan pihak ketiga sebagai penasehat. Keputusan pihak ketiga disini tidak mengikat dan seorang moderatior hanya bisa memberikan saran terbaik kepada kedua pihak.

5. Konsiliasi (Conciliation)

Konsiliasi adalah suatu usaha untuk mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang berselisih demi tercapainya suatu persetujuan bersama. Konsiliasi lebih bersifat lunak daripada koersi dan membuka kesempatan bagi pihak-pihak yang bersangkutan untuk melakukan asimilasi.
  

6. Toleransi (Toleration)

Toleransi atau lebih sering dinamakan tolerant-participation. Ini merupakan suatu bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang formal bentuknya. Toleransi adalah sikap saling menghormati dan menghargai pendirian masing-masing. Kadang-kadang toleransi sendiri timbul secara tidak sadar dan tanpa direncanakan karena adanya watak orang-perseorangan atau kelompok-kelompok manusia untuk sedapat mungkin menghindarikan diri dari suatu perselisihan.
Akomodasi
Toleransi dalam Akomodasi
© Juan Diego Salinas / Pixabay / Toleransi 

7. Stalemate

Stalemate adalah dimana kedua pihak mengalami jalan buntu. Di mana pihak-pihak yang bertentangan karena mempunyai kekuatan yang seimabng berhenti pada sautu titik tertentu dalam melakukan pertentangannya. Sehingga kedua pihak memiliki kekuatan yang seimbang dan berhenti pada posisi tertentu.

8. Ajudikasi (Adjudication)

Ajudikasi adalah penyelesaian perkara atau sengketa di pengadilan.

9. Segregasi (Segregation)

Segregasi adalah upaya saling memisahkan diri atau saling menghindar di antara pihak-pihak yang bertentangan dalam rangka mengurangi ketegangan.

10. Gencatan Senjata (Cease Fire)

Gencatan senjata adalah penangguhan permusuhan atau peperangan dalam jangka waktu tertentu. Masa penangguhan digunakan untuk mencari upaya penyelesaian konflik di antara pihak-pihak yang bertikai.

11. Displasemen (Displacement)

Displasemen adalah usaha mengakhiri konflik dengan mengalihkan pada objek lain. 

Kesimpulan

Dari apa yang telah disampaikan mengenai artikel akomodasi, di dalma akomodasi sendiri terdapat beberapa bentuk yang dapat kita pelajari antara lain adalah  koersi, kompromi, arbitrase, mediasi, konsiliasi, toleransi, stalemate, ajudikasi, segregasi, gencatan senjata, displasemen. Diantara ini pasti tidak selalu menimbulkan dampak kearah positif, pasti ada sebagian akan pihak yang mungkin sedikit dirugikan. Setidaknya ketika akomodasi terjadi,. maka diharapkan dapat bersatu dan dapat saling menghargai antara satu dengan lainnya.

Sumber :
  • Joko Sri Sukardi dan Arif Rohman, 2009, Sosiologi untuk SMA Kelas X, Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan, Hlm. 62
  • Soerjono Soekanto dan Budi Sulistyowati, 2017, Sosiologi suatu Pengantar edisi Revisi, Jakarta: PT Rajagrafindo Persada. Hlm. Hlm. 68 - 72
  • Suhardi dan Sri Sunarti, 2009, Sosiologi 1 : Untuk SMA/MA Kelas X Program IPS, Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Hlm. 78 - 81

Tinggalkan Komentar di bawah ini
EmoticonEmoticon

:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:P
:o
:>)
(o)
:p
(p)
:-s
(m)
8-)
:-t
:-b
b-(
:-#
=p~
x-)
(k)