Wednesday, July 29, 2020

9 Bentuk Interaksi Sosial di dalam Proses Asosiatif

Pernahkah kalian berpikiran atau mempraktekan interaksi sosial dalam proses asosiatif. Suatu yang menarik jika kita mengerti apakah yang dimaksud dalam interaksi sosial di dalma sosiologi ini. Bagaimana interaksi sosial akhirnya terbentuk antara satu orang kepada orang lainnya sehingga terikat namanya sosiologi? Bagaimana makhluk sosial sendiri dapat 

Proses Asosiatif
Sosial di dalam Proses Asosiatif
© Gerd Altmann / Pixabay / Social
Setelah kita membahas beberapa bentuk-bentuk Interaksi sosial beserta pengertiannya. Maka lebih fokus lagi sedikit akan membahas mengenai bentuk-bentuk interaksi sosial di dalam proses Asosiatif

Pengertian Interaksi Sosial

Interaksi sosial hubungan sosial yang secara dinamis yang menyangkut hubungan antara orang perseorangan, maupun perseorangan dengan kelompok, ataupun kelompok-kelompok yang memenegahi di dalam hubungan ini. Dalam hal ini, hubungan antar manusia sangat penting sehingga dari interaksi sosial dapat menghasilkan aktivitas sosial yang baik.

Didalam interaksi sosial terdapat dua jenis proses yang ada, yaitu proses asosiatif dan proses disosiatif. Namun dalam hal ini, proses asosiatif adalah bentuk interaksi sosial positif yang mengarah pada kesatuan, kerja sama, dan juga keteraturan sosial. 

Dalam Interaksi sosial proses Asositif terdapat beberapa tertib sosial yang cukup patut didasari agar interaksi dapat berjalan positif. Antara lain :
  • Terdapat suatu sistem nilai dan norma jelas dan dapat dipahami semua orang.
  • Individu atau kelompok memahami dan mengetahui norma-norma sosial serta nilai-nilai yang berlaku.
  • Individu atau kelompok dapat menyesuaikan tindakannya dengan norma sosial dan nilai sosial yang berlaku di masyarakat.

Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial dalam Proses Asosiatif

Berikut bentuk-bentuk interaksi sosial dalam proses Asosiatif antara lain : 

1. Kerja Sama (Cooperation)

Kerja sama adalah bentuk dasar di dalam suatu interaksi sosial pokok dalam asosiatif. Beberapa sosiolog sendiri menanggap bahwa kerjasama adalah interaksi sosial yang pokok. Di saat lain sosiolog menganggap merupakan proses utama. Kerja sama adalah suatu usaha secara bersama diantara orang perseorangan atau kelompok manusia, yang mencapai satu atau beberapa tujuan secara bersama.

Kerja sama timbul karena di dalam orientasinya pada orang-perorangan terhadap kelompoknya (yaitu in-group-nya) dengan kelompok lainnya (yang merupakan out-group-nya). Kerja sama mungkin bertambah kuat jika terjadi bahaya yang mengancam kelompok ini dari luar atau mungkin yang menyinggung kesetiaan kelompok.

2. Akomodasi (Accomodation)

Dalam Akomodasi, istilah "akomodasi" sendiri dipergunakan dalam dua arti, yang pertama menunjuk kepada proses suatu keadaan atau proses dalam usaha-usaha manusia agar meredakan suatu pertentangan. Dalam proses keadaan ini sendiri, maka akomodari adalah penyesuaian keseimbangan dalam interaksi sosial antara orang-perorangan atau kelompok-kelompok manusia. sedangkan pengertian akomodasi yang menunjuk suatu proses yaitu proses akomodasi pada usaha-usaha manusia agar meredakan suatu pertentangan, yaitu usaha-usaha untuk mencapai kestabilan.

Akomodasi adalah suatu proses di dalam orang perorangan atau kelompok-kelompok manusia yang mula-mula saling bertentangan, saling menyesuaian diri, dan untuk mengatasi keteganan-ketengan. Akomodasi sebenarnya suatu cara untuk menyelesaikan suatu pertentangan tanpa menghacurkan pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan kepribadian.

3. Asimilasi (Assimilation)

Asimilasi adalah proses sosial yang merupakan taraf lanjutan dengan waktu yang cukup lama dan ditandai perbedaan kebudayaan. Asimilasi sendiri terjadi dengan usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan di dalam interaksi sosial, dan di saat bersamaan tujuannya mempertinggi suatu kesatuan. Jangka waktu yang dipakai dalam penyesuaian ini dengan orang lain sangat lama dan waktu yang panjang. Dalam asimilasi ini sendiri akan membentuk suatu kebudayaan yang baru saling membaur hingga terbentuknya kebudayaan baru.
Proses Asosiatif
Proses Asosiatif
© Bob Dmyt / Pixabay / Team

4. Akulturasi

Akulturasi sendiri memiliki kesamaan dengan asimilasi. Perbedaannya terdapat peleburan kebudayaan dua masyarakat di dalam akulturasi tetapi tidak menimbulkan kehilangan kepribadian asli dari kedua masyarakat ini. Unsur-unsur tertentu saja dapat melebur. Unsur tersebut menjadi kebudayaan yang menyerap kedua belah pihak, tanpa mengubah ciri-ciri masyarakat yang bersangkutan.


Selain adanya 4 contoh-contoh diatas, ada beberapa dibawah ini adalah

5. Dekulturasi

Dekulturasi adalah hilanganya kebudayaan suatu kelompok diakibatkan interaksi antara kelompok sosial.

6. Dominasi

Dominasi adalah interaksi sosial yang dalam bentuk suatu kelompok tertentu menguasai kelompok lainnya.

7. Paternalisme

Seperti halnya dominasi, tetapi di dalam paternalisme adalah penguasaan kelompok pendatang terhadap kelompok yang ada di pribumi. Adanya sisi positif jika yang menguasai adalah penguasaan positif demi kemajuan sautu tempat pribumi.

8. Diskriminasi

Diskriminasi adalah perbedaan perlakuan yang terjadi di dalam interaksi sosial yang terjadi di masyarakat atau golongan tertentu. Jika tejadi suatu usaha yang membahayakan, maka diskrimasi di dalam ranah positif adalah penting dalam pembedaannya. Berbagai cara untuk meminimalisasi perlakuakn diskrimasi dan pertentangan udah ditempuh. Namun, dalam berbagai interaksi sosial, bahkan asosiatif pun diskriminasi selalu ada, sengaja atau pun tidak.

9. Integrasi dan Pluralisme

Integrasi dan pluralisme adalah dua pola interaksi sosial yang memiliki banyak persamaan. Integrasi sosial mengakui perbedaan ras di antara kelompok-kelompok masyarakat yang berasal dari ras (suku bangsa) berbeda dengan tujuannya untuk dapat hidup bersama secara rukun dan damai. Sedangkan dalam pluralisme adalah hubungan antarkelompok sosial yang mengakui persamaan hak politik dan hak perdata semua warga masyarakat.

Kesimpulan

Proses Asosiasif dalam merupakan bagian dari interkasi sosial yang bersifat positif. Bentuk-bentuk dari interkasi sosial secara dasar sendiri terdapat 9 bentuk. Antara lain kerja sama, akomodasi, asimiliasi, akulturasi, dekulturasi, dominasi, paternalisasi, dikriminasi (dalam kondisi positif), integrasi dan pruralisme.

Sumber :
  • Joko Sri Sukardi dan Arif Rohman, 2009, Sosiologi untuk SMA Kelas x, Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan, Hlm. 60 - 65
  • Soerjono Soekanto dan Budi Sulistyowati, 2017, Sosiologi suatu Pengantar edisi Revisi, Jakarta: PT Rajagrafindo Persada. Hlm. Hlm.65 - 96
  • Suhardi dan Sri Sunarti, 2009, Sosiologi 1 : Untuk SMA/MA Kelas X Program IPS, Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Hlm. 76 - 88

Tinggalkan Komentar di bawah ini
EmoticonEmoticon

:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:P
:o
:>)
(o)
:p
(p)
:-s
(m)
8-)
:-t
:-b
b-(
:-#
=p~
x-)
(k)