Sebagian besar kita pasti pernah mengenal atau mengerti apa itu fotosistesis? Yap pasti kita mengenal proses tersebut terdapat dalam tumbuhan hijau. Kita sendiri lebih mengenal bahwa fotosistensis adalah proses pembentukan makanan di tumbuhan dengan bantuan sinar matahari. Memang tidak begitu salah jika kita mengartikan demikian, namun apakah pengertian ini sudah menggambarkan keseluruhan maksud dari fotosintesis? Tunggulah di mata pelajaran Biologi saat SMA nanti bagi pelajar SD maupun SMP.
![]() |
Fotosintesis |
Faktor-Faktor yang berperan dalam fotosintesis
Faktor-faktor fotosintesis adalah sekumpulan bagian-bagian atau zat-zat yang saling mempengaruhi guna mempercepat maupun memperlambat proses kinerja dari fotosintesis ini. Oleh sebab itu, berikut faktor-faktor yang sangat mempengaruhi kinerja dari fotosistesis.a. Klorofil
Salah satu fungsi dan faktor utama dari proses fotosistensi ialah krolofil. Pasti kita sendiri telah membayangkan klorofil ialah zat hijau yang terdapat dalam setiap tumbuhan berwarna hijau. Klorofil sendiri terdapat kloroplas yang berfungsi sebagai penangkap semua cahaya yang tampak dalam spektrum, kecuali warna hijau dan kuning. Sekaligus memberi warna daun maupun terdapat di dalam tumbuhan. Oleh karena itulah mengapa fotosintesis hanya berlangsung pada tumbuhan maupun organisme yang terdapat sel-sel ini dan mengandung plasida didalamnya.b. Sinar matahari
Energi terbesar di tata surya kita adalah matahari, termasuk energi cahaya maupun energi panas yang tercurah didalamnya, bahkan energi mataharilah yang sering dipergunakan dalam fotosistesis ini. Sebenarnya energi surya ini hanya dipergunakan, yakni 2 %. Disamping itu pula, sinar surya inipun tidak semua dimanfaatkan. Hanya beberapa panjang gelombang tertentu yang efektif dipergunakan.Proses fotositesis sendiri pada faktor sinar matahari sendiri disesuaikan dengan 3 hal berikut, yakni :
- Intensistas cahaya. Faktor berikut merupakan faktor sangat berpengaruh bagi tumbuhan. Semakin rendah intensitas yang diterima, maka semakin sulit baginya untuk melakukan fotosintesis. Pada intensitas tinggi pula, baginya terlalu kuat untuk mengadakan fotosistensis. Dalam hal inilah, diperlukan intensitas yang sesuai agar dapat diubah menjadi energi biokimia.
- Panjang gelombang. Panjang gelombang ini juga dapat menunjukan spektrum warna yang terdapat pada cahaya. Masih ingat jika klorofil tidak dapat menyerap spektrum berwarna hijau dan kuning. Maka setiap spektrum cahaya akan mempengaruhi fotosistensis yang terdapat pada tumbuhan. Puncak-puncak kegiatan fotosintesis berkaian dengan sidat klorofilnya yang mempunyai spektrum puncak, yaitu nila dan merah.
- Lama Penyinaran Matahari. Di beberapa negara belahan dunia, setiap penyinaran matahari kepada tumbuhna berbeda pula, ada yang lebih dari 12 jam maupun kurang dari 12 jam. Jadi setiap tumbuhan pasti akan beradaptasi terhadap penyinaran dan waktu lamanya penyinaran yang terjadi di negaranya maupun tempatnya.
c. Suhu
Pada suatu percobaan apapun, suhu yang terdapat pada ruangan akan mempengaruhi tumbuhan untuk melakukan fotosistesis, baik itu suhu rendah maupun suhu tinggi. Pada suhu tinggi akan membuat daun, khususnya sebagian besar stomata akan meminimalkan laju penguapan, sehingga sebagian besar daun menutup dan kadar karbondioksida tidak adapat diserap semaksimalnya. sedangkan pada suhu rendah, air akan membeku sehingga sirkulasi hara dari akar ke daun tidak akan dapat terjadi.Sehingga temperatur maupun suhu juga memegang peranan penting dalam fotosistensis. Suhu optimal pada sebagian besar tumbuhan (suhu dimana fotosintesis berlangsung maksimum) berkisar 100 – 350 C. Pada umumnya tumbuhan tropik tidak mengadakan kegiatan pada suhu di bawah 50C.
d. Karbon Dioksida
Masih ingat akan namanya karbondioksida, sekilas akan berpikir bahwa sebuah gas yang kita keluarkan setelah kita bernapas. Memang tidak salah bahwa manusia menghirup oksigen dan mengeluarkan gas karbondioksida. Namun gas yang tak berguna untuk tubuh ini sangat berguna untuk tumbuhan?Karbondioksida adalah salahs satu faktor eksternal dan sangat mempengaruhi laju fotosintesis tumbuhan. Namun percaya apa tidak walaupun kita sendiri serinng menyeluarkannya, ternyata persediaan di atmosfer bumi ini sangat terbatas, yakni 0,03%, sehingga seluruh tumbuhan, khususnya yang melakukan fotosintesis saling menyerapnya. Wah menarik juga sih.
Di daerah tropik di mana cahaya dan suhu terdapat dalam jumlah melimpah, maka CO2 merupakan faktor pembatas. Sekalipun terdapat cahaya melimpah, dan tingkat suhu optimum, tumbuhan tidak melakukan kegiatan fotosintesis jika tidak tersedia CO2. Dalam rumus fotosintesis dinyatakan bahwa jumlah CO2 yang digunakan sama dengan jumlah O2 yang dihasilkan.
e. Air, mineral, dan zat hara
Zat hara merupakan makanan bagi tumbuhan, mineral dan air merupakan minuman bagi tumbuhan. Makanan dan minuman inilah yang sangat berpengaruh terhadap proses fotosintesis, jika tidak tersedia makanan maupun minuman sumber energi fotosintesis, maka tidak akan terjadi fotolisis, sehingga tidak memungkinkan pembentukan gula. Sekalipun CO2 tersedia dalam jumlah banyak, cahaya matahari telah menyinarinya, maupun terdapat di suhu yang maksimal.optimal. Sehingga tanpa kehadiran merekalah, proses fotosintesis akan terhambat.Kesimpulan
Walaupun masih terdapat faktor-faktor internal maupun eksternal lainnya yang terdapat di dalam proses fotosintesis, tapi kelima faktor diatas merupakan faktor yang sangat penting dan mendasar saat melakukan proses fotosintesis, menurut kalian faktor apa saja lainnya yang mempengaruhi proses penting ini?Sumber :
Brainly.co.id, ebiologi.net,
Sumber gambar :
claudioparis.com
Tinggalkan Komentar di bawah ini
EmoticonEmoticon