Dalam konteks ini kita kembali kepada bagian-bagian penting di dalam pertentangan / Konflik sosial di dalam masyarakat. Mungkin kita akan bertanya kenapa terjadinya konflk sosial? Mengapa mereka selalu ada dalam konflik ini? Apakah yang menyebabkan konflik sosial ini terjadi di dalam masyarkat sehingga menimbulkan berbagai dampak yang ada. Untuk itu agar kita dapat memahami ini, kita mencoba memahaminya secara pelahan di artikel ini.
![]() |
Pertentangan antara satu dengan lainnya © Gerd Altmann / Pixabay / Pasangan Bertengkar |
Pengertian Pertentangan. / Konflik Sosial
Pertentangan / Konflik sosial terjadi ketika individu-individu atau kelompok-kelompok menyadari adanya perbedaan yang mencolok terjadi di antara mereka. Baik ciri-ciri badaniah, emosi, unsur-unsur kebudayaan, serta pola perilaku seterusnya dari pihak lain. Perbedaan yang mencolok ini jika semakin diperlebar dan diperbesar bahkan menajam, maka menimbulkan suatu pertentangan maupun pertikaian. Perbedaan yang mencolok dan terus menerus timbul akan menyebabkan suatu konflik.Petentangan / Pertikaian / Konflik Sosial adalah proses interaksi sosial yang terjadi dalam rangka memenuhi tujuan individu maupun kelompok dengan cara kekerasan dengan menentang pihak lain.untuk memperoleh keuntungan maupun kepentingan individu / kelompok dirinya. Hal ini dapat terjadi dengan cara menetralisir, melukai, bahkan menghancurkan pihak lawan.
Faktor-Faktor / Penyebab-Penyebab Pertentangan/ Konflik Sosial
Untuk mengenal bagaimana pertentangan ini dapat terjadi. Maka kita harus mengenal faktor-faktor yang menyebabkan pertentangan itu semakin membesar. Sehingga kita mengenal mengapa suatu individu maupun kelompok saling bertentngan antara satu dengan lainnya. Berikut beberapa faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pertentangan / konflik sosial
1. Perbedaan antara individu-individu
Di dalam perbedaan-perbedaan antara individu sendiri, akan mendapatkan banyak sekelai individu-invididu yang unik dan berbeda antara satu dengan lainnya. Perbedaan ini sendiri dapat berupa perbedaan pendapat, pendirian, budaya, serta hal-hal lainnya yang memicu perbedaan. Timbulnya konflik ni sendiri karena manusia pastinya tidak pernah adanya kesamaan yang baku dan standar. Tidak adanya kesamaan dengan orang lain inilah yang menyebabkan terjadinya pertentangan / pertikaian dan konflik sosial. Jika perbedaan semakin terlihat jelas, maka akan menyebabkan konflik sosial antar individu.2. Perbedaan Kebudayaan
Perbedaan Kepribadian dari suatu seseorang / kelompok pastinya akan berbeda-beda antara satu dengan lain. Kepribadian dari setiap individu / kelompok, baik perilaku maupun tata sikap pasti berbeda yang dipengaruhi oleh pola-pola kebudayaan tersebut. Seorang yang secara sadar maupun tidak sadar, sedikit banyaknya akan dipengaruhi oleh pendirian yang ada di kelompok-kelompoknya. Selanjutkan menyebabkan terjadinya pertentangan antara kelompok manusia.Sehingga dari kebudayaan-kebudayaan yang berbeda-beda ini, akan menyebabkan pertikaian yang semakin membesar, dan konflik semakin meluas. Bahkan dalam hal ini, perbedaan individu dalam kebudayaan akan menghasilkan konflik yang semakin membesar.
3. Perbedaan Kepentingan
Perbedaan kepentingan dan tujuan antar individu maupun kelompok menyebabkan pertentangan yang semakin membesar. Termasuk salah satu sumber dari penyebab terjadinya pertikaia. Penyebab kepentingan yang semakin besar akan memicu konflik sosial yang melebar. Kepentingan-kepentingan tersebut antara lain dapat berupa : ekonomi, politik, dan lain sebagainya.![]() |
Proses Disosiatif © Jose R. Cabello / Pixabay / Silhouette |
4. Perubahan Sosial
Perbedaan dan perubahan sosial dengan cepat dan sementara waktu dapat mengubah nilai-nilai serta moral yang terjadi di dalam masyarakat. Dan ini menyebabkan terjadinya berbagai golongan-golongan yang berbeda dan berdiri pada pendirian yang ia pegang. Dengan perbedaan pendirian ini. Berbagai golongan melakuakn reorganisasi terhadap sistem nilai yang ada. Jika hal tersebut tidak terjadi dengan lancar. Maka akan menyebabkan pertikaian di dalam masyarakat.Serta jika terjadinya revolusi maupun perubahan sosial yang terlalu cepat di masyarakat, maka akan mengakibatkan konflik sosial. Dalam kasus revolusi bisa dijadikan acuan contoh, maka konflik sosial menjadi penggerak terjadinya suatu revolusi. Revolusi diawali dengan berbagai gelombang aksi demosntra yang dilakukan sekelompok orang. Sehingga perubahan secara cepat akan mengguncang perubahan yang terjadi di masyarakat. Sehingga sering teradi penolakan di masyarakat.
Kesimpulan
Di dalam pertikaian sendiri, maka cara orang untuk bertikai maka ada 4 faktor mendasar kenapa pertentangan itu timbul di dalam kehidupan masyarakat saat ini. 4 faktor tersebut antara lain adalah perbedaan antara individu dengan invididu, perbedaan kebudayaan, perbedaan kepentingan, da nterjadinya perubahan sosial yang begitu cepat. Sehingga dari 4 faktor mendasar ini, timbul suatu pertentangan dan konflik sosialSumber :
- Joko Sri Sukardi dan Arif Rohman, 2009, Sosiologi untuk SMA Kelas x, Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan, Hlm. 64 - 65
- Soerjono Soekanto dan Budi Sulistyowati, 2017, Sosiologi suatu Pengantar edisi Revisi, Jakarta: PT Rajagrafindo Persada. Hlm. 90 - 95
- Suhardi dan Sri Sunarti, 2009, Sosiologi 1 : Untuk SMA/MA Kelas X Program IPS, Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Hlm. 88
Tinggalkan Komentar di bawah ini
EmoticonEmoticon