Friday, December 27, 2019

Apakah Sosiologi Benar-Benar Merupakan Suatu Ilmu Pengetahuan?

Setelah kita membaca mengenai 4 unsur dari sosiologi yang memenuhi suatu ilmu pengetahuan. Kita akan mempelajari suatu konsep lain dan pendapat lain mengapa sosiologi dapat digolongkan sebagai ilmu pengetahuan. Untuk memahami konsep ini sendiri kita akan lebih mengerti jikalau kita mulai menelaah ilmu pengetahuan itu sendiri. Sehingga konsep-konsep akan ilmu pengeahuan dan sosiologi akan lebih jelas

Ilmu pengetahuan
© umum-pengertian.blogspot.com/
Sehingga dalam artikel ini kita akan mempelajari hal yang lebih dalam sedikit lagi mengenai sosiologi dan ilmu pengetahuan.

Pengertian Sederhana Sosiologi

Sosiologi sendiri memiliki suatu pengertian yang sederhana dari terminologi. Sosiologi berasal dari dua kata latin, yaitu Socius yang berarti kawan, sedangkan Logos berarti ilmu pengetahuan. Sebuah uangkapan sosiologi sendiri diungkapkan pertama kalinya dalam buku yang berjudul "Cours De Philosophie Positive" karangan August Comte (1798-1857). Sehingga pengertian secara umumnya sosiologi dikenal sebagai ilmu pengetahuan tentang masyarakat.
Sosiologi
© www.gurupendidikan.co.id
Secara sederhana sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku masyarakat atau ilmu yang mempelajari masyarakat. Meskipun setiap daerah, kota, negara, bahkan desa dan rt / rw memiliki pola kemasyarakatan yang berbeda. Namun dengan sosiologi berusaha untuk mempelajarinya dalam konteks umum dan aktual sehingga bermanfaat bagi kehidupan di masyarakat.

Pengertian sederhaan Ilmu pengetahuan

Sejak sedia kala sendiri, Sosiologi selalu mendapatkan ruang perdebatan apakah dapat dikatakan atau tergolong dalam ilmu pengetahuan atau bukan. Untuk menyelesaikan permasalahan yang sepele ini namun berarti.
Ilmu pengetahuan yang terdapat
pada buku-buku
© beritapetang.com
Secara sederhana perumusan Ilmu Pengetahuan adalah pengetahuan (knowlegde) yan tersusun secara sistematis dengan kekuatan pemikiran yang sangat tinggi. Namun dapat dikontrol secara kritis oleh masyrakat dan orang lain maupun umum (Obyektif). Sehingga suatu pengetahuan itu sangat bernilai. Meskipun perumusan ini sendiri memang jauh dari kata sempurna namun cukup memberikan gambaran mengenai ilmu pengetahuan.

Unsur-Unsur dalam Ilmu Pengetahuan

Setelah memahami beberapa pengertian dari sosiologi dan ilmu pengetahuan, alangkah baiknya kita mengetahui mengenai unsur-unsur ilmu pengetahuan dari rumusan sederhana yang ada diatas. Sehingga kita dapat mengerti mengapa sosiologi sendiri dapat dikatakan sebagai ilmu pengetahuan. Meskipun unsur-unsuri ni sendiri dapat dikatakan jauh dari kata sempurna tapi dapat menggambarkan seberapa pentingnya ilmu pengetahuan dan sosiologi.

1. Pengetahuan (knowledge)

Salah satu dasar dimana ilmu pengetahuan adalah memiliki unsur pengetahuan. Masa ilmu pengetahuan tidak memiliki unsur pengetahuan? Itu cukup aneh nan lucu. Namun apakah yang dimaksud knowlegde disini?

Pengetahuan adalah kesan yang ada dalam pemikiran dan buah pikir manusia dengan penggunaan panca indera yang dimiliki oleh manusia dan disini sangat harus dibedakan dengan kepercayaan, takhayul, maupun yang lain. Dalam pengetahuan juga kita harus dapat membuktikan suatu kebenaran dari suatu ilmu dalam ranah pengetahuan manusia.

Sangat penting untuk disadari bahwa ada garis pemisah antara buah pikiran (idea) dengan pengetahuan. Sebab tidak semua buah pikir merupakan suatu pengetahuan. Pengetahuan pasti dari suatu buah pikir (idea) yang dihasilkan dan dirancang dalam pengetahuan. Tidak semua buah pengetahuan adalah suatu ilmu. Pengetahuan dapat dikatakan ilmu jikalau penetahuan tersebut disusun secara sistematis yang merupakan ilmu pengetahuan.

2. Tersusun Secara sistematis.

Tidak semua pengetahuan adalah suatu ilmu pengetahuan Sebab hanya pengetahuan yang tersusun secar sistematis dapat dikatakan sebagai ilmu pengetahuan. Sistematika berarti urutan-urutan tertentu daru unsur-unsur yang merupakan suatu kebulatan dan satu kesatuan sehingga adanya sistematika tersebut dapat menjelaskan dan menggabarkan suatu ilmu pengetahuan. Satu-kesatuan akan pengetahuan akan menjelaskan kesatuan dan struktur abstrak dan teartur sehingga merupakan suatu susunan keseluruhannya telah dirangkai. Serta sistem ilmu pengetahuan ini sendiri harus bersifat dinamis.

3. Menggunakan kemampuan dan kekuatan pikiran.

Ilmu pengetahuan yang sistematis sendiri didapatkan dengan menggunakan kekuatan dan kemampuan pikiran manusia yang diciptakan oleh Allah sendiri. Dimana pengetahuan tersebut dapat diperiksa dan ditelaah dengan kritis. Tujuan dari ilmu pengetahuan untuk mendalami maupun ingin lebih mengetahui segala yang ada dalam kehidupan kita saat ini. Imu pengetahuan pada hakekatnya timbul dari rasa ingin tahu manusia untuk memperoleh pengetahuan itu yang tersimpan di bumi ini.

4. Dapat dikontrol secara kritis oleh masyarakat umum atau orang lain (obyektif).

Secara konsep ilmu pengetahuan itu sendiri dapat dikemukanan dan diketahui masyarakat pada umummnya sehingga ilmu pengetahuan itu dapat ditelaah maupun diselidiki dan dikritisi maupun dimanfaatkan oleh masyarakat. Dan sudah seharusnya seorang scienteis atau ilmuwan harus mengungkapkan pengetahuannya kepada masyarakat dan bukan untuk disimpan sebagai pajangan saja.

Sudah seharusnya pengetahuan dapat ditelaah oleh masyarakat umum sehingga ilmu pengetahuan selalu dapat berkembang. Perkembangan ilmu pengetahuan mengikut waktu, kontekstualisasi, maupun beberapa hal yang bisa tidak relevan pada jamanya. Namun jikalau kebenaran dalam ilmu pengetahuan yang lalu-lalu tetap relevan dijamannya tetap bisa digunakan kalangan umum. Perkembangan ini sendiri harus berisfat sesuatu kondisi dan lingkungan yang ada.

Unsur-Unsur Sosiologi adalah Ilmu Pengetahuan

Untuk memahami Sosiologi dalam ranah Ilmu pengetahuan, alangkah baiknya kita menjelaskan secara ulang mengenai konsep unsur-unsur Sosiologi yang adalah ilmu pengetahuan itu sendiri.
Penelitian Sosiologi
© gurupendidikan.co.id
Berikut adalah bukti-bukti dan unsur-usnur Sosiologi adalah ilmu pengetahuan itu.

1. Kumulatif

Kumulatif ini sendiri dalam sosiologi bersifat selalu diperbaharui. Teori sosiologi yang kita ketahui dan pelajari saat ini dan sekarang merupakan hasil suatu pengembangan dari teori sosiologi yang sudah ada sebelumnya teori sosiologi yang baru. Sehingga perkembangan ini sendiri dikatakan sebagai kumulatif dari teori lama-lama dan berkembang hingga saat ini. Memperbaharui dan mengganti teori lama dari sosiologi menjadi suatu teori yang baru.

2. Bersifat nonetis

Suatu kajian sosiologi menjadi suatu konsep kemasyarakatan lebih dalam tanpa memperhatikan baik buruknya suatu data. Kajian yang terpenting adalah pemperdalami permasalahan dan mengkaji hingga menemukan suatu faka dan teori. Data yang pantas tidak mempersoalkan baik buruknya yang ada dalam lingkungan sekitar.

3. Empiris 

Empiris berarti pengalaman. Sehingga empiris dalam suatu sosiologi adalah suatu hasil dari penelitian dan observasi yang terjadi di dalam kemasyarakatan. Empiris dalam konteks ini sendiri berbicara mengenai observasi yang terjadi dalam lingkungan. Observasi yang terjadi di lingkungan masyarakat menghasilkan suatu teori dan teori dikembangkan berdasarkan pengalaman langsung dari observasi masyarakat.

4. Teoritis

Suatu ilmu sosiologi merupakan suatu ilmu yang bersifat abstrak. Setelah mendapatkan ilmu tersebut yang disusun berdasarkan hasil pengamatan empiris dan pengamatan ini menghasilkan ilmu baru. Sehingga sifat dari ilmu sosiologi adalah abstrak berdasarkan hasil pengamatan masyarakat yang ada.

Hasil penelitian sosiologi tidaklah bersifat ramalan masa depan tentang sebuah fakta sosiologis. Sosiologi hanya mempelajari data persoalan di masyarakat yang kemudian menjadi fakta yang sifatnya teori sebagai pengantar pemahaman tentang sebuah fakta sosiologi. Sehingga kedepannya sosiologi dapat dijadikan suatu bahan untuk mengatasi masalah sosial yang ada di dalam masyarakat.

Sehingga Apakah Sosiologi benar-benar Ilmu Pengetahuan?

Yap benar, Sosiologi adalah benar-benar suatu ilmu pengetahuan yang memenuhi unsur-unsur suatu ilmu pengetahuan. Unsur-Unsur Sosiologi yang masuk dalam ilmu pengetahuan memiliki keterikatan yang cukup kuat dalam unsur-unsur ilmu pengetahuan. Sehingga Sosiologi tidak perlu diperdebatkan apakah ia masuk dalam ilmu pengetahuan atau tidak. Akan tetapi Sosiologi telah masuk dalam ranah ilmu pengetahuan dan telah menjadi bagian penting di dalam Ilmu Pengetahuan.

Kesimpulan

Sosiologi adalah salah satu cabang ilmu Pengetahuan sosial yang mempelajari mengenai gejala yang terjadi dalam masyarakat. Mempelajari hubungan antar masyarakat. Sosiologi adalah ilmu pengetahuan dan merupakan kebulatan di dalam ilmu pengetahuan.

Unsur-Unsur Ilmu pengetahuan secara sederhana telah memberikan gambaran pentingnya ilmu pengetahuan dan keterikatannya dengan unsur-unsurnya. Dalam unsur-unsur tersebut terdapat beberpaa unsur sosiologi yang memenuhi bahwa Sosiologi adalah suatu ilmu pengetahuan. Sehingga sosiologi adalah bulat merupakan ilmu pengetahuan, khususnya bergerak dalam bidang sosial.

Artikel yang serupa :
Mengapa Sosiologi disebut sebagai Ilmu Pengetahuan?
Ciri-Ciri Sosiologi Mengapa disebut sebagai Ilmu Pengetahuan

Sumber :
  1. Elisanti dan Tintin Rostini, 2009, Sosiologi 1 : untuk SMA / MA Kelas X, Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Hlm. 4 - 5
  2. Soerjono Soekanto dan Budi Sulistyowati, 2017, Sosiologi suatu Pengantar edisi Revisi, Jakarta: PT Rajagrafindo Persada. Hlm. 5 - 9
  3. https://brainly.co.id/tugas/7763823
  4. https://id.wikipedia.org/wiki/Sosiologi

Tinggalkan Komentar di bawah ini
EmoticonEmoticon