Friday, May 24, 2019

Sejarah Berjalannya Gerakan Non Blok hingga Saat ini (Part 2)

Lanjutan dari Artikel Sebelumnya

Artikel ini ditulis pada tahun 2019 jadi jikalau ada KTT maupun kegiatan GNB berikutnya akan diposting di part berikutnya

Artikel bagian pertama

KTT GNB VII (1983)

KTT VII akan diselenggarakan di Bagdad pada bulan September 1982, tetapi rapat ini gagal karena perang antara Irak -Iran. Sehingga mau tdak mau dialihkan pada India pada tanggla 7-12 Maret 1983, pemimpin dari KTT ini ialah Perdana Menteri India, Ny. Indira Gandhi. Hadirin dalam KTT ini sebanyak 101 negara dan memutuskan memberi bantuan dan dukungan penuh kepada rakyat Afganistan untuk memutuskan nasibnya sendiri. Tetapi pada patokan prinsip sistem sosial ekonomi yang bebas dari campur tangan asing.
Peta Gerakan Non Blok
© pelajaran.id

KTT GNB VIII (1986)

Sebagai lanjutan atas tujuan KTT sebelumnya. KTT VIII diselenggarakan di Harare, Zimbabwe yang dipimpin oleh Perdana Menteri Zimbababwe, Robert Mugabe yang diselenggarakan pada 1-6 September 1986. Hadirin yang hadir ialah 101 negara. Selayaknya KTT sebelumnya. KTT VIII tetap mendukung Afganistan dalam menentukan nasibnya sendiri bebas dari penjajah.

KTT GNB IX (1986)

KTT GNB IX diselenggarakan pada 4-7 September 1989 Dr.Janes Drnovsek (Dr. Janez Drnovšek). KTT ini sendiri diadakan di negara Yugoslavia, tepatnya di kota Beograd.   KTT ini sendiri dihadiri oleh 102 negara. Dalam kesepakatan KTT ini, telah menetapkan bahwa untuk memperkuat setia kawan internasional serta kerjasama pembangunan ahli teknologi penting dan mutlak. Sekaligus bagaiamana bisa bicara pada kubu Selatan-selatan dalam kerjasama ekonomi. Serta KTT ini membahas bagaimana melakukan pelestarian lingkungan hidup. Pelestarian ini sendiri berupa menghindari pencemaran terhadap air, udara, dan tanah. Menghindari pula perusakan tanah dan pembabatan hutan.

Uni Soviet Runtuh (1991)

Reformasi yang dilakukan oleh Gorbachev  telah menyebabkan keadaan Soviet kian memburuk. Ditambah dengan ekonomi negara unisoviet yang melemah dan konflit etnis yang ada. Oleh sebab itu Reformasi perlu dijalankan demi mengubah sistem yang ada di Uni Soviet. Sistem yang pertama ialah "percepatan" ekonomi. Dalam percepatan ekonomi ini sendiri melepaskan potensi "Sosialisme modern" tetapi marah ke arah reformasi "neo-stalinis" karena dilakukan lebih kejam pendahulu dari Gorbachev ini.

Tujuannya memang baik untuk memulihkan negara Uni Soviet dan mempercepat ekonomi negara, tetapi justru yang terjadi adalah sebaliknya. Bahkan menurunkan negara Soviet. Sistem Soviet yang dilakukan sebelum Gorbachev memang sudah buruk dan kini semakin buruk. Sehingga reformasi yang dilakukannya dirasa tidak efektif, Gorbachev memulai sistem baru yang lebih demokratisasi radikal yang membuat kematian Soviet semakin memburuk. Sedangkan Boris Yeltsin telah membuat Rusia semakin merdeka dan menduduki pemerintahaan Uni Soviet sehingga Uni Soviet runtuh pada 26 Desember 1991. Ini berarti bahwa kematian negara Uni Soviet dan membentuk negara Rusia.

KTT GNB X (1992)

Setelah kehancuran dari pasca perang dingin yang dilakukan oleh Kedua Blok. KTT X GNb dilaksanakan di Jakarta, Indonesia pada  1 September 1992 - 7 September 1992, pemimpin dari KTT ini ialah Presiden RI, Soeharto.KTT ini sendiri dihadiri oleh lebih dari 140 delegasi, serta 64 kepala negara. KTT ini sendiri menghasilkan rumusan berupa "Pesan Jakarta" yang mengungkapkan beberapa sikap GNB tentang permasalahan dunia saat ini, seperti pasca perang dingin, perdamaian duna, hak asasi manusia, demokrasi dan kerjasama antara utara-selatan.

Hasil KTT ini ialah : 
  • Hak asasi dan kemerdekaan merupakan suatu keabsahan universal dan percaya bahwa kemajuan ekonomi serta sosial memudahkan tercapaian semua sasaran yang diinginkan. GNB sendiri menolak beberapa asas dan konsep hak asasi manusia dan demokrasi yang dilakukan oleh beberapa negara tertentu atas negara lain.
  • Prihatin akan beban hutang dimiliki oleh negara-negara berkembang.
  • Medesak utnuk melakukan pembaharuan ekonomi dunia dan guna memperkuat kedudukan dan kemampuan PBB dalam meningkatkan kerjasam dan penggabungan internasional
  • Menyerukan pengalihan anggaran militer kepada peningkatkan ekonomi, sosial, dan negara-negara berkembang.
  • GNB sendiri memberikan perhatian terhadap masalah aparthid di Afrikan Selatan, serta mengutuk pembasmian terhadap etnis Bosnia
  • Menyambut baik hasil pertemuan Puncak Bumi di Rio de Janeiro tentang lingkungan hidup dan pembangunan

KTT GNB XI (1995)

Meskipun perang dingin telah Usai, GNB tetap menjadi eksis guna meningkatkan kerjasama antar negara. KTT XI diselenggarakan di Cartagena, Kolumbia. Dimpin oleh Ernesto Samper Pizano yang merupakan presiden Kolmbia pada waktu itu. Pada waktu pembukaan KTT, dilakukan penyerahan ketua sebelumnya yakni presiden Soeharto ke presiden Kolumbia. KTT ini sendiri dihadiri oleh 113 Negara. Tujuan dari KTT ini sendiri memperjuangkan restrukturisasi dan demokratisasi di PBB.

KTT GNB XII(1998)

KTT XII sendiri diselenggarakan di Kairo, Mesir pada 2 - 3 September 1998. Dihadiri oleh 113 negara yang bertujuan untuk memperjuangkan demokratisasi dalam hubungan internasional antar negara.

KTT GNB XIII (2003)

KTT ini sendiri diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia pada 20 - 25 Febuari 2003. Dalam KTT ini berusaha membuat Resolusi KTT GNB Kuala Lumpur. Isi dalam KTT ini ialah penolakan tiga negara, Iran, Irak, dan Korea Urata atas sebutan sebagai poros kejahatan (axis of evil) oleh Washington.

KTT GNB XIV (2006) 

KTT XIV Diselenggarakan di Havana, Kuba pada 11 - 16 September 2006. Dalam KTT ini sendiri menghasilkan untuk mengutuk serangan Israel atas Lebanon, serta mendukung program nuklir di Iran dan mengkritik kebijakan Amerika Serikat yang merugikan dunia. Serta menyerukan kepada PBB agar lebih berpihak kepada negara yang kecil dan berkembang.

KTT GNB XV (2009)

KTT XV sendiri diselenggarakan di Sharm El-Sheikh, Mesir pada 11-16 Juli 2009. Menghasilkan Final Documenty ang merupakan padangan, sikap, dan posisi GNB dengan isu, krisis, dan permasalahan internasional saat ini. KTT ke-15 GNB sendiri menegaskan pada perhatian GNB kepada krisis ekonomi dan moneter global, perlunya komunitas internasional yang kembali pada kotmitmen menjunjung prinsip-prinsip pada Piagam PBB, hukum internasional, dan peningkatan kerjasama antara negara maju dengan negara berkemabgn guna mengatasi krisis saat ini.

Terkait dampak krisis moneter global pada negara berkembang. KTT XV. KTT ini menegaskan perlunya GNB lebih berfokus pada kerjasama kelompok G-77 dan China. Serta membentuk suatu reformasi mendasar terhadap sistem dan fondasi perekonomian dan moneter global sangat perlu dilakukan dalam memperkuat peran dari negara-negara berkembang untuk mengambil sikap dan keputusan di berbagai forum. Serta penguatan peran PBB.
KTT GNB dilaksanakan
© cnnindonesia.com
KTT ke-15 GNB menyatakan bahwa GNB lebih mendukung hak penentuan sendiri bagi rakyat, termasuk di wilayah rakyat yang masih dibawah penjajahan. Dalam konteks ini GNB mendukung hak-hak rakyat Palestina dalam menentukan nasibnya sendiri, dan mendirikan negara Palestina yang merdekat dan berdaulat dengan Yerusalem Timur ibu kotanya. Serta penolakan terhadap permukiman Yahudi di Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Tujuan utama adalah mengubah peta demografis dua wilayah tersebut. GNB meminta Israel melaksanakan resolusi DK PBB dengan mundur dari Daratan Tinggi Golan hingga perbatasan dan mundur total dari sisa tanah Lebanon yang masih didudukinya.

KTT GNB XVI (2012)

KTT GNB ke-16 diadakan di Teheran, Iran pada 26-31 Agustus 2012 menghasilkan kesepakatan sikap sebanyak 700 butir yang menyangkut berbagai isu secara global. Sebagian besar isu yang dibahas ialah menyangkut isu nuklir di Iran, terotisme, hak-hak azasi manusia dan perkembangan di Suriah yang semakin memanas. Selain itu juga hak-hak sah rakyat Palestina, kemerdekaan Palestina dengan Jerusalem sebagai ibukotanya. Dalam KTT GNB ke XVI ini sendiri dihadiri oleh 120 negara.
Logo KTT GERAKAN NON BLOK
© ardilamadi.blogspot.com

KTT GNB VVII (2016) 

KTT ini sendiri digelar di Pulau Margarita, Karakas, Venezuela pada 17-18 September 2016. Dihadiri oleh 120 Negara anggota. Tema pokok yang dibahas ialah Kedaulatan Perdamaian, dan Solidaritas untuk Pembangunan. Dalam konferensi ini, Indonesiat tetap membahas dan mendukung kemerdekaan Palestina sebagai fokus yang diperjuangkan Indonesia. Perwakilan yang datang dalam KTT ini dari Indonesia ialah Wakil Presiden Jusuf Kalla

Dalam KTT GNB XVII sendiri mengalami keterlambatan dalam mengadakannya karena tuan rumah Venezuela sedang mengalami krisis ekonomi. Walaupun adanya kemunduran dan keterlambatan,  tetapi Venezuela tetap berkomitmen dalam mengadakan KTT ini. Dengan ditandai adanya membangun gedung kovensi serta penyediaan lapangan
Kegiatan KTT GNB
© dunia.tempo.co

Gerakan Non Blok saat ini

Seperti dijelaskan pada beberapa langkah KTT diatas, Gerakan Non Blok masih aktif saat ini meskipun perang dingin telah berakhir. Pusat Gerakan Non Blok sendiri berada di Indonesia. Sedangkan Biro koordinasinya terletak di New York. Gerakan Non blok masih eksis hingga saat ini.


Kesimpulan

Meskipun perang dingin antara Amerika Uni Soviet telah berakhir, kegiatan dan kebersamaan di GNB selalu tetap terjaga agar kedamaian dunia agar menjadi negara-negara yang maju. Baik secara ekonomi maupun kerjasama antar negara.

Artikel bagian pertama

Sumber :
http://garuda-bangsa.blogspot.com/2010/03/keanggotaan-gerakan-non-blok-sejak.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Gerakan_Non-Blok
https://sejarahlengkap.com/organisasi/sejarah-berdirinya-gerakan-non-blok
https://id.rbth.com/sejarah/81058-penyebab-kehancuran-uni-soviet-wyx
https://www.kompasiana.com/djasli/551777188133118c669de830/hasil-hasil-ktt-nonblok-ke-16-di-iran
https://beritagar.id/artikel/berita/ktt-gnb-ke-17-kemiskinan-venezuela-minyak-dunia-dan-kemerdekaan-palestina

Tinggalkan Komentar di bawah ini
EmoticonEmoticon