Friday, July 5, 2019

Cabang-Cabang Ilmu di dalam Biologi

Dalam suatu perkembangan. Biologi akan berkembang terus menerus dan akan menghasilkan berbagai penemuan baru lainnya. Sehingga dalam perkembangannya. Biologi berkembang begitu pesat dengan berbagai cabang-cabang di dalamnya. Biologi berkembang pesat begitu cepat sehingga seiring penemuan-penemuan baru yang muncul di jaman sekarang. Tetapi kita harus bijak agar penemuan ini tidak melenceng dari ajaran agama.

Bioteknologi Modern
© 
kompasiana.com

Berikut dalam artikel ini akan membahas mengenai cabang-cabang yang terdapat dalam ilmu biologi agar kita akan lebih mengenal macam-macam dari percabangan ilmu biologi. Dalam kontekstual pelajaran SMA / SMA. Kita akan mengenal hanya sebatas 18 cabang ilmu biologi yang saat ini. Tetapi jika kita membaca dan menilik lebih lagi mengenai cabang-cabang ilmu biologi. akan terdapat sekitar kurang lebih 200 cabang ilmu biologi jika dijabarkan. Let's check it now.

Pengertian Biologi

Pengertian biologi yang paling muda adalah kita mempelajari ilmu mengenai makhluk hidup. Bios berarti kehidpan, sedangkan logia yang berarti ilmu. Sehingga dalam disiplin ilmu biologi. Kita sangat mempelajari lebih details mengenai apa yang membentuk suatu kehidupan dan organisme yang hidup. Ilmu biologi modern saat ini sangatlah luas sehingga menghasilkan berbagai percabangan yang ada.

Cabang-Cabang Ilmu Biologi

Cabang-cabang ilmu biologi adalah suatu percabangan hasil dari disiplin ilmu biologi yang menghasilkan suatu cabang yang benar-benar unik. Dalam cabang ini kita akan memfokuskan kemana biologi akan dibawa dan kemana akan kita disiplinkan ilmu. Tetapi perlu diingat bahwa cabang-cabang ini masih saling terikat satu dengan lainnya.

Dalam mata pelajaran SMA/SMP kita mempelajari kurang dari 20 cabang biologi. Sebab sifat soalnya adalah cerita dan hafalan. Jadi tidak salah kita hanya mempelajari dibawa 20 saja. Tetapi cukup bagi kita ketimbang kita menghafalkan 200 cabang ilmu biologi. Toh kalau kuliah mungkin bisa sempat atau pendalaman dan penelitian khusus. Berikut
  1. Genetika, yang mempelajari mengenai pewarisan sifat keturunan. Dan juga terdapat persilangan gen
  2. Sitologi, yang mempelajari unit bagian sel pada manusia. Sitologi fokusp ada unit penyusun tubuh manusia, tidak lain tidak bukan adalah sel
  3. Histologi, yang mempelajari mengenai jaringan tubuh pada makhluk hidup.
  4. Anatomi, yang mempelajari tentang struktur tubuh dalam dari makhluk hidup.
  5. Morfologi, mempelajari tentang struktur tubuh luar dari makhluk hidup..
  6. Fisiologi, yang mempelajari tentang fungsi tubuh baik secara anatomi maupun morfologi dari makhluk hidup sertam empelajari proses dan kegiatan di dalam tubuh.
  7. Ekologi, Mempelajari interaksi makhluk hidup dengan lingkungannya maupun interasi sesama makhluk hidup.
  8. Taksonomi, Mempelajari tentang pengklasifikasian atau penggolongan makhluk hidup.
  9. Mikrobiologi,  Mempelajari mengenai mikroorganisme, seperti bakteri, protozoa, fungi, alga mikroskopik, dan archaea, 
  10. Evolusi, membahas mengenai perubahan makhluk hidup dari generasi ke generasi.
  11. Zoologi, mempelajari mengenai perilaku hewan dan tentang klasifikasinya.
  12. Botani, mempelajari mengenai tumbuhan, baik perilaku maupun jenis, struktur, pesebaran, dan pula klasifikasinya.
  13. Virologi, mempelajari mengenai virus
  14. Bakteriologi, mempelajari mengenai bakteri.
  15. Mikologi, mempelajari mengenai jamur
  16. Ornitologi, mempelajari mengenai burung, baik perilaku maupun klasifikasian.
  17. Entomologi, mempelajari mengenai serangga
  18. Mamologi, mempelajari mengenai hewan mamalia.
  19. Palaeontologi, mempelajari kehidupan organisme di masa yang lampau
  20. Terratologi, mempelajari cacat tubuh anak/bayi dalam kandungan
  21. Parasitologi, mempelajari mengenai parasit atau makhluk hidup yang memepngaruhi organisme lain.

Sehingga kita melihat bahwa perkembangan ilmu biologi semakin pesat.
Bonus yang ku tampilin 200 Cabang ilmu biologi
Pengamatan dalam biologi
menciptakan cabang biologi
© sman1glagah.com
  1. Aerobiologi, mempelajari partikel organik yang diangkut oleh udara.
  2. Agroforestri, mempelajari bentuk pengelolaan sumber daya yang mengkombinasikan dengan pengelolaan hutan.
  3. Agronomi, mempelajari budidaya tanaman.
  4. Andrologi, mempelajari hormon serta kelainan reproduksi pria.
  5. Algologi, mempelajari tentang alga.
  6. Anatomi perbandingan, mempelajari anatomi yang membandingkan kesamaan maupun perbedaan anatomi dari makhluk hidup.
  7. Angiologi, mempelajari tentang penyakit sistem peredaran darah.
  8. Anestesiologi, mempelajari penggunaan anestesi(Suatu tindakan menghilangkan rasa sakit ketika melakukan prosedur yang menimbulkan rasa sakit pada tubuh.).
  9. Apiologi, mempelajari tentang lebah dan budidayanya.
  10. Antropologi biologi, mempelajari mengenai manuia yang ada kaitannya dengan sejarah, perilaku, keanekaragaman manusia yang ada kaitannya dengan biologi dan kehidupan.
  11. Artrologi, mempelajari tentang persendian
  12. Astrologi, mempelajari tentang evolusi, distribusi, dan juga kehidupan yang ada di masa depan.
  13. Antropodologi, mempelajari hewan antropoda
  14. Arachnologi, mempelajari mengenai laba-laba.
  15. Batrakologi, mempelajari tetang amphibian
  16. Bioinformatika, teknik komputasi yang digunakan untuk pengelolaan biologis,
  17. Biofarmaka, mempeajari tamanan obat
  18. Biologi evolusioner, mempelajar evolusi dari spesies yang mempelajari nenek moyang yang sama.
  19. Biologi air tawar, mempelajari ekosistem habitat air tawar.
  20. Biologi kelautan, mempelajari interaksi yang ada di laut
  21. Biologi integratif, mempelajari keseluruhan cara antara biologi dengan ilmu lainnya, misalya fisika, kimia,teknik,maupun informatika.
  22. Biologi kuantum, mempelajari biologi dengan menanika kuantum
  23. Biologi molekuler, mempelajari tingkat molekul.
  24. Biologi lingkungan, mempelajari tentang lingkungan beserta permasalahan dan solusinya
  25. Biologi konservasi, ialah biologi yang digunakan untuk pelestarian, perlindungan, dan restorasi tentang lingkungan alam, ekosistem alami, vegetasi, dan juga satwa liar.
  26. Biologi perkembangan, mempelajari tentang proses pertumbuhan dan perkembangan organisme.
  27. Biologi pembangunan, mempelajari lingkungan hidup dalam keruangan.
  28. Biologi sintesis, mempelajari penggabungan ilmu pengetahuan
  29. Biologi reproduksi, mempelajar reproduksi
  30. Biofisika, mempelajari biologi dalam fisika dan aplikasinya dengan fisika
  31. Biokimia, mempelajari biologi dalam kimia makhluk hidup
  32. Biomatematika, mempelajari biologis dengan kombinasi mtematika
  33. Biogeografi, mempelajari biologi dalam keanekaragaman hayati berdasarkan ruang dan waktu serta geografisnya.
  34. Bionik, mempelajari penerapan bologis dalam sistem alam dalam meneliti dan desains rekayasa serta teknologi modern.
  35. Biomekanika, mempelajari biologi dengan prinsip mekanika dalam sistem biologis.
  36. Bioteknologi, mempelajari tentang biologi yang dimanfaatkan dengan produk dari makhluk hidup dalam proses produksi yang menghasilkan barang dan jasa.
  37. Biostatistika, mempelajari ilmu statistika dan biologi.
  38. Bryologi, mempelajari tentang bryophyte.
  39. Biologi psikologi, mempelajari biologi dalam bidang psikologis dan kesatuan biologis lainnya.
  40. Biologi populasi, mempelajari populasi dari organisme.
  41. Conchologi, mempelajari tentang kulir moluska.
  42. Cetologi, mempelajari cetacean
  43. Dendrologi, mempelajari tentang pohon berkayu
  44. Dermatologi,. mempelajari kulit dan penyakitnya
  45. Dendrokonologi, analisis cincin lingkaran tahunan yang terdapat pada batang yang berkambium
  46. Ekofisiologi, mempelajari fisik suatu organisme dengan kondisi lingkungan
  47. Ekologi molekuler, mempelajari ekologi tingkat molekul
  48. Embriologi, mempelajari embrio dan perkembangannya.
  49. Endokrinologi, mempelajari hormon.
  50. Epigenetika, mempelajari perubahan pada ekspresi gen yang disebabkan oleh mekanisme selain DNA.
  51. Epidemiologi, mempelajari penyakit menular dan penularannya
  52. Etnobiologi, mempelajari hubungan dinamis antara manusia, biota, dan lingungannya.
  53. Epizoologi, mempelajari penyakit menular pada hewan
  54. Etnozoologi, mempelajari hubungan manusia dengan hewan
  55. Etnobotani, mempelajari tentang manusia dengan tumbuhan
  56. Eugenetika, mempelajari pewarisan sifat
  57. Etologi, mempelajari perilaku atau tingkah laku hewan, mekanisme, dan faktor-faktor penyebabnya.
  58. Enzimologi, mempelajari tentang enzim.
  59. Fenologi, Biologi yang mempengaruhi iklim atau lingkungan sekitar terhadap penampilan suatu organisme
  60. Farmakologi, mempelajari obat-obatan ataupun interaksi dan efeknya pada tubuh manusia.
  61. Filogeni, mempelajari tentang hubungan diantara antar keompok organisme yang ada hubungannya dengan proses evolusi
  62. Fikologi, mempelajari tentang alga
  63. Fisioterapi, mempelajari biologi dalam pengobatan terhadap penderita dan kelumpuhan dan gangguan otak. 
  64. Florikultura, mempelajari tanaman hias
  65. Fitopatologi, mempeajari penyakit tumbuhan yang diakibatkan serangan patogen maupun ketersediaan hara
  66. Gastrologi, mempelajari mengenai saluran pencernaan yang terdapat pada lambung maupun usus,
  67. Genetika evolusioner, mempelajari genetika yang ada kaitannya dengan evolusi
  68. Genetika ekologi, mempelajari genetika dan ciri-ciri dalam ekologi
  69. Geobiologi, mempelajari gabungan antara geologi dengan biologi.
  70. Genetika kuntiatif, mempelajari pewarisan sifat-sifat yang terukur
  71. Geriatri, mempelajari mengenai penyakit dari manusia yang sudah memilik umur tua.
  72. Gerontologi, mempelajari tentang berbagai aspek mengenai ketuaan
  73. Genetika kuantitatif, mempelajari tentnag pewarisan sifat-ifat terukur yang mungkin tidak bisa dipelajari oleh hukum pewarisan mendel
  74. Genetika molekuler, mempelajari bahan genetika dalam ranah molekul, khususnya polusi udara
  75. Ginekologi, mempelajari sistem reproduksi wanita
  76. Genetika populasi, mempelajari genetika dengan ranah populasi
  77. Genomika, mempelajari mengenai bahan enetika yang terdapat dari suatu organisme atau virus.
  78. Helminthologi, mempelajari tentang cacing.
  79. Herbakrologi, mempelajari anlisis  pada cincin pertumbuhan tahunan dalam jaringan xylem akan sekunder pada tanaman herbaceous.
  80. Hematologi, mempelajari tentang darah.
  81. Herpetologi, mempealajri tentang reptilia dan amphibian
  82. Higiene, mempelajari tentang kesehatan makhluk hidup
  83. Histopatologi, mempelajari tentang kondisi dan fungsi pada jaringan dan hubungannya dalam penyakit makluk hidup
  84. Holtikultura laskap, mempelajari pemanfaatan tanaman holtikutura
  85. Holtikultura, mempelajari tentang budidaya tanaman, dimulai dari proses penamanan sampai pasca panen.
  86. Ilmu gulma, mempelajari tentang gulma, perilaku dan mempelajari hubungannya.
  87. Ikhtioogi, mempelajrai tentang ikan.
  88. Ilmu kedarutatan medis, Mempelajari pertolongan pertama dalam suatu penyakit.
  89. Ilmu kedokteran forensik, mempelajari ilmu kedokteran untuk kepentingan penegakan hukum.
  90. Ilmu kedokteran gigi, mempelajari cara perawatan dan pencegahan pada gigi dan mulut tanpa melakukan pembedahan.
  91. Ilmu kesehatan masyarakat, mempelajari tentang pemeliharaan, perlindungan, dan peningkatan pada kesehatan masyarakat yang dilakukan oleh usaha-usaha pengorganisasian masyarakat
  92. Ilmu kedokteran molekuler, mempelajari kedokteran yang berada pada tingkat molekul
  93. Ilmu produksi ternak, mempelajari perawatan dan perlindungan pada hewan ternak untuk meningkatkan produksi ternak.
  94. Ilmu pemuliaan, ilmu yang mempelajari tentang hewan dan manusia demi memperbaiki produksi dan kualitasnnya melalui penerapan pada ilmu genetika.
  95. Imunohematologi, mempelaari tentang golongan darah
  96. Ilmu teknologi enzim, biologi dalam teknologi yng digunakan untuk menghasilkan enzim
  97. Imunoserologi, mempelajari antibodi dan kecocokan organ untuk transplantasi dan investigasi masalah kekebalan tubuh manusia.
  98. Imunologi, mempelajari kekebalan imun tubuh.
  99. Kardiologi, memplajari tentang jantung dan pembuluh darah.
  100. Informatika kedokteran, mempelajari tentang penyimpanan mapun penarikan penggunaan data informasi untuk urusan biomedik secara optimal dalam pemecahan masalah serta pengambilan keputusan
  101. Ladistika, mempelajari metode klasifikasi kelompok-kelompok yang terdiri dari organisme nenek moyang berserta keturunannya.
  102. Karsionologi, mempelajari tentang crustacean.
  103. Kriobiologi, memeplajari tetnang bahan dan sistem biologis dengan suhu dibawah normal.
  104. Klimatologi, mempelajari tentang gambaran dan penjelasan sifat iklim.
  105. Kronobiologi, mempelajari ilmu biologi tetnang fenomena makhluk hidup secara priodik dalam adaptasiya  terhadap ritme bulan maupun matahari.
  106. Kriptozoologi, mempelajari tentang pencarian keberadaan hewan yang belum terbukti
  107. Limnologi, mempelajari biologi dalam rawa.
  108. Likenologi, mempelajari tentang lumut
  109. Malakologi, mempelajari tentang muluska
  110. Metabolomika, mempelajari kajian biologi molekul yang menaruh perhatian pada produk enzimatik yang terjadi di dalam sel.
  111. Mellisopalionologi, ilmu biologi yang mempelajari tentang serbuk sari yang terkandung dalam madu dan sumber sebuk sari.
  112. Miologi, mempelajari tentang otot
  113. Mirmekologi, mempelajari tentang rayap
  114. Mikrobiologi kedokteran, mempelajari mikroorganisme yang penting bagi kedokteran yang bisa saja menimbulkan penyakit.
  115. Nasofaringologi, mempeajari tentang nasofaring
  116. Nefrologi, mempelajari tentang fungsi dan penyakit ginjal
  117. Nematologi, mempelajari tentang nematoda.
  118. Neufarmakologi, mempelajari tentang gungsi seluler di dalam sistem syaraf
  119. Neurosains, mempelajari tentang sistem neuron
  120. Neurologi, mempelajari tentang penangan penyimpnana pada sistem saraf
  121. Nosologi, mempelajari tetang pengelompokan penyakit untuk tujuan tertentu
  122. Neurosains evolusioner, mempelajari tentang evolusi dan sejarah alami dengan fungsi sistem saraf
  123. Obstetri, mempelajari tentang persalinan dan mendahului dalam gejala-gejala maupun sisanya.
  124. Nutrisi, mempelajari biologi tentang penyediaan nahan untuk mendukung kehidupan sel dan organisme.
  125. Oftalmologi, mempelajari tentang mata.
  126. Olerikultura, mempelajari tentang hal mengenai sayur.
  127. Ontogeni, Ilmu biologi yang mempelajari tentang zigot sampai tumbuh dewasa.
  128. Onkologi, mempelajari tentang kanker dan pencegahannya.
  129. Organologi, Ilmu tentang organ.
  130. Ornitologi, mempelajari tentang burung
  131. Ortodonti, mempelajari tentang lmu kedokteran gigi yang berhubungan dengan faktor variasi genetik, perkembangan, dan bentuk wajah yang mempengaruhi oklusi gigi dan fungsi gigi organ sekitarnya
  132. Ortopedi, mempelajari tentang cedera yang sudah akut, kronis, dan serta gangguan lainnya pada system muskuloskeletel.
  133. Osteologi, mempelajari tentang tulang
  134. Oseanografi, mempelajrai tentang kelautan, geografi, cuaca, lingkungan dan aspek lainnya yang menjadi pengaruh pada laut
  135. Otologi, mempelajari tentang telinga dan kelainan yang terjadi pada telinga serta operasi mikro pada telinga
  136. Otolaringologi, mempelajar tentang penelitian diagnosis dan pengobatan penyakit pada telinga, tenggorokan, hitung, kepala, maupun leher.
  137. Paleobotani, mempelajari tumbuhan masa lampau
  138. Palentologi, mempelajari tentang fosil
  139. Palinologi, mempelajari tentang palimomorf yang saat ini beserta fosilnya.
  140. Paleozoologi, mempelajari tentang hewan purba
  141. Patologi, mempelajari tentang penyakit
  142. Parasitologi, mempelajari tentang parasit.
  143. Patologi klinik, mempelajari tentang kelainan yang terjadi pada fungsi organ
  144. Patologi anatomi, mempelajrai tetnang struktur miksroskopi dan maksroskoik yang terdapat pada berbagai organ serta jaringannya yang disebabkan oleh penyakit.
  145. Penelitian biomedis, mempelajari tentang penelitian dasar terapan atau translasi yang digunakan untuk mendukung dan membantu dalam bidang kedokteran.
  146. Pediatri, mempelajari tentang masalah penyakit pada bayi dan anak
  147. Periodonti, mempelajrai tentang aspek klinis serta jaringan yang mendukung gigi
  148. Perinatologi,  ilmu biologi yang mempelajari tentang kesehatan janis dalam kandungan serta kesehatan bayi yang baru lahir.
  149. Pomologi, mempelajari hortikltura dalam segala hal mengenai buah.
  150. Planktologi, mempelajari tentang plankton
  151. Proktologi, mempelajari tentang rektum, usus besar, maupun anus.
  152. Primatologi, mempelajari primate
  153. Protozoologi, mempelajari tentang protozoa
  154. Proteomika, mempelajari tentang kajian molekul terhadap keseluruhan protein yang dihasilkan dari ekspresi gen yang berada di dalam sel.
  155. Pteridologi, mempelajari tentang tumbuhan paku
  156. Psikiatri, mempelajari tentang kedokteran jiwa
  157. Radiologi, mempelajari tentang dari bagian tubuh manusia yang menggunakan pancaran atau radiasi gelombang.
  158. Pulmonologi, biologi tentang paru-paru
  159. Rekayasa genetika, mempelajari tentang sifat genetis
  160. Reumatologi, mempelajari tentang diagnosis dan terapi dalam kondisi penyakit yang mempengaruhi tetnang otot, sendi, dan tulang
  161. Rodentiologi, mempelajari tentang rodentia
  162. Rematologi, mempelajari tentang diagnosis dan terapi penyakit rematik
  163. Sanitasi, mempelajari tentang kesehatan lingkungan
  164. Sindesmologi, mempelajari tentang sendi
  165. Simbiologi, mempelajari tentang hubungan simbiosis yang ada dalam makhluk hidup.
  166. Stomatologi, mempelajari tentang mulut dan penyakit-penyakitnya.
  167. Sosiobiologi, mempelajari tentang perilaku sosial yang berkaitan dengan biologi.
  168. Teknik biokimia, biologi tentang kimia dan berhubungan dengan perancangan dan konstruksi yang proses produksi yang melibatkan agen biologi
  169. Teratologi, ilmu biologi tentang mempelajari perubahan formasi dari jaringan, sel, dan organ yang dihasilkan dari perubahan fisiolofi yang biokimia.
  170. Teknik Biomedis, mempelajari tentang prinsip teknis yang dipakai dalam praktek kedokteran.
  171. Toksikogenomik, mempelajari tentang interprestasi, pengumpulan, dan penyimpanan informasi gen dan aktivitas protein dalam jaringan tertentu dalam menanggapi zat beracun.
  172. Traumatologi, mempelajari tentang luka, terapi bedah, serta perbaikan kerusakannya. atau mempelajari trauma
  173. Transkiptomika, mempelajari tentang produk transkripsi secara keseluruhan.
  174. Vereonologi, mempelajari penyakit yang menular dalam seksual
  175. Urologi, mempelajari ilmu kedokteran yang mencakup ginjal dan saluran kemih pada pria dan wanita, baik waktu kecil maupun sudah dewasa.
  176. Viscerologi, mempelajari tentang organ dalam
  177. Xenologi, mempelajari tentang pengetahuan spekulatif mengenai adanya makhluk hidup yang ada di luar bumi.
  178. Zoosemiotik, mempelajari hubungan antar hewan
  179. Zoologi perbandingan, mempelajri perbandingan antar hewan
  180. Splanologi, mempelajari tentang  organ-organ yang internal.
  181. Biogenering, mempelajari biologi yang menggunakan prinsip biologi dan teknik rekayasa yang gunanya menghasilkan produk yang bermanfaat untuk kehidupan.
  182. Protistologi, mempelajari protista
  183. Mastologi, mempelajari mengenai payudara
  184. Bioklimatologi, mempelajari pengaruh adaya iklim dunia terhadap seluruh makhluk hidup. 

Kesimpulan

Dalam perkembangan ilmu biologi, biologi berkembang sangat pesat. seiring berjalannnya dengan waktu, biologi berkembang sangat pesat dan tidak berhenti pada ranah biologi saja. Tetapi dapat ke ranah lain bahkan saling terikat ilmu pengetahuan itu. So tidak tunggu lama kita akan dengan cepat atau tidak akan mengerti akan cabang biologi lainnya. Ataumungkin kita akan menciptakan cabang biologi tersebut. ? 

Sumber :
Subardi, Nuryani, dan Shidiq Pramono. 2009. Biologi 1 : untuk Kelas X SMA/ MA. Jakarta:Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Hlm. 9-10
https://blog.ruangguru.com/draf-biologi-x-mengenal-18-cabang-ilmu-biologi.docx
https://dosenbiologi.com/biologi-dasar/cabang-cabang-ilmu-biologi

Tinggalkan Komentar di bawah ini
EmoticonEmoticon

:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:P
:o
:>)
(o)
:p
(p)
:-s
(m)
8-)
:-t
:-b
b-(
:-#
=p~
x-)
(k)